israel moti sheferTelAviv, LiputanIslam.com – Saintis dan pakar rudal Israel, Dr. Moti Shefer, mengakui sistem penangkis rudal Israel yang dinamai “Kubah Besi” tidak sehebat apa yang selama ini dipropagandakan. Dia bahkan menyebutnya sebagai mitos.

“Sistem Kubah Besi yang difungsikan untuk menangkal rudal militan tidaklah lebih dari salah satu mitos yang belum pernah disaksikan (Israel) sejak jaman terdahulu,” ujar Shefer dalam wawancara dengan Radio Israel, Ahad (13/7), sebagaimana diberitakan Falastin al-Youm.

“Sekarang di dunia belum ada rudal yang dapat menangkal rudal-rudal militan. Kubah Besi hanyalah sekedar proyektor yang menimpa opini publik Israel sebagaimana mereka menimpakan dirinya,” lanjut peraih anugerah Nobel bidang keamanan tersebut.

Menurutnya, istilah “tempat terbuka” yang dipakai pemerintah Israel dalam pemberitaan mengenai peluncuran rudal-rudal pejuang Palestina dalam jumlah besar adalah istilah untuk menutupi kegagalan sistem Kubah Besi.

Dia mengatakan, “Pembicaraan seputar penangkisan rudal adalah imajinasi yang hidup dan mati di dalam komputer pengendali Kubah Besi, sebab kami sampai sekarang belum pernah melihat satupun rudal yang tertangkis lalu jatuh ke tanah. Lantas kemana perginya rudal yang tertangkis itu? Kita tidak melihat kecuali serpihan rudal Kubah Besi sendiri.”

Sebelumnya, militer Israel mengakui bahwa rudal-rudal pejuang Palestina yang tertangkis tidak sampai 15% sehingga menjadi bukti kegagalan besar bagi sistem pertahanan yang telah menghabiskan dana puluhan juta Dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, Juru Bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, menegaskan bahwa tembakan rudal-rudal baru ke Tel Aviv yang diawali dengan peringatan sebelumnya merupakan “pukulan telak bagi wibawa Zionis.”

“Ini bukti bahwa Israel adalah entitas kartunik,” ledeknya dalam sebuah jumpa pers di Gaza Sabtu sore (12/7). (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL