iran dan liga arabTel Aviv, LiputanIslam.com – Analis Israel Uzi Rabi dari Pusat Studi Moshe Dayan untuk Timur Tengah (Timteng) dan Afrika dalam analisis terbarunya mengenai perkembangan situasi Timteng memandang Iran sebagai pemain ulung yang memiliki pasukan revolusioner.

“Kita berada di musim yang tak menentu di Timteng. Di abad ke-20 setiap negara memiliki satu komandan atau pemimpin, tapi sekarang kita sedang menyaksikan arena petualangan di Surah, Libya, Lebanon, Yaman dan Irak,” ungkap Rabi, sebagaimana dikutip lembaga pemberitaan Iran Fars, Rabu (25/3/2015).

Pakar Israel urusan Timteng itu menambahkan, “Di Irak dan Suriah di mana IS (Negara Islam Irak dan Suiah/ISIS) bercokol Iran memainkan peranan vital. Di Yaman pun, militan Syiah al-Houthi sangat dekat dengan Syiah Iran. Mereka menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, dan bahkan merebut kendali banyak wilayah kota Aden.”

Rabi melanjutkan bahwa Iran sudah menggusur posisi Arab Saudi di Yaman sehingga di sektor pembangkit tenaga listrik dan kelautan juga telah menjalin kerjasama dengan Yaman yang telah jatuh ke tangan al-Houthi.

Dia menyinggung eksistensi militer Iran di Suriah dan Irak serta pengaruhnya yang luar biasa di Lebanon melalui kanal Hizbullah yang notabene faksi politik tertangguh di Lebanon.

“Iranlah yang sebenarnya berdominasi di kawasan Timteng. Negara inilah yang menjadi pemain ulung. Mereka mengendalikan pasukan revolusioner yang konsisten terhadap fanatisme revolusinya. Orang-orang Iran tahu persis peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi,” ungkapnya.

Pandangan serupa juga dikemukakan oleh analis Israel lain, Eyal Zisar, dosen Universitas Tel Aviv. Menyinggung sepak terjang Iran mempertahankan Presiden Suriah Bashar al-Assad dia mengatakan, “Di sebagian wilayah Suriah Iran bahkan lebih dominan daripada Bashar al-Assad sendiri.”

Menurut Zisar, Israel juga diresahkan oleh eratnya kerjasama Iran dengan Sudan. Sedemikian eratnya hubungan Teheran – Khartoum sehingga Kepala Staff Intelijen Angkatan Bersenjata Sudan Sadiq Amir belum lama ini menyebut Iran sebagai sekutu terbesar Sudan di kawasan.

Dia menambahkan bahwa petinggi militer Sudan lainnya, Jenderal Abdul Qadir Mohammad Zain, belum lama ini juga mengatakan bahwa negaranya terlebih dahulu berkonsultasi dengan Iran sebelum menjalin kerjasama dengan negara-negara Arab Sunni kawasan Teluk Persia. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*