Dubai, LiputanIslam.com –   Dewan Kerajaan Arab Saudi  melalui penasehatnya di bidang media telah menyampaikan “instruksi ketat” kepada media cetak dan elektronik negara ini agar tidak melakukan “serangan apapun” terhadap Republik Islam Iran dan mazhab Syiah. Demikian dilaporkan media online Ray al-Youm yang berbasis di London, Inggris, berdasarkan keterangan sumber-sumber papan atas di Riyadh  yang diperolehnya, Senin (4/9/2017).

Sumber-sumber anonim tu mengatakan bahwa larangan itu ditujukan kepada semua penulis Saudi yang bekerja atau yang bekerjasama dengan media, sebagaimana juga diterapkan untuk para aktivis di media sosial.

Larangan ini diterapkan demi memuluskan kebijakan rekonsiliasi antara Saudi dan Iran, terutama setelah suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini yang juga diikuti oleh jemaah haji Iran yang pada tahun lalu tidak mengirim jemaahnya akibat insiden berdesakan di Mina yang menjatuhkan banyak korban jiwa, terutama dari para jemaah haji Iran, pada tahun 2015.

Sebelumnya, juru bicara Kemlu Iran Bahram Qassemi, menyatakan negaranya telah memberi visa masuk kepada delegasi diplomatik Saudi untuk berkunjung ke Iran usai musim haji guna meninjau tempat-tempat yang semula ditinggali oleh para diplomat Saudi sebelum hubungan keduanya terputus dua tahun silam.

Sumber-sumber diplomatik di Dubai mengatakan kepada Ray al-Youm bahwa delegasi diplomat Saudi yang akan berkunjung ke Teheran akan segera memulihkan kondisi bangunan Kedubes Arab Saudi untuk Iran.

Sumber-sumber ini menilai tidak tertutup kemungkinan Kedubes Saudi akan dibuka lagi dalam satu bulan ke depan atau segera setelah kondisi gedung itu pulih. (mm/rayalyoum/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL