bendera palestina 3Ramallah, LiputanIslam.com – Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, Kamis (5/3/2015) memutuskan untuk menghentikan segala bentuk kerjasamanya dengan Rezim Zionis Israel dan memilih membentuk gerakan boikot Israel, menuntut tanggungjawab Israel, dan mendukung “resistensi rakyat secara damai” dan intifada di Baitul Maqdis.

Al-Mayadeen melaporkan bahwa di tengan menjamurnya pertanyaan mengenai sisa-sisa hubungan Palestina – Israel yang dihasilkan oleh Perjanjian Oslo, Dewan Pusat PLO memilih menghentikan koordinasi keamanan dalam segala bentuknya dengan rezim pendudukan Israel.

Menurut al-Mayadeen, keputusan PLO itu bisa menjadi langkah besar bagi proses pendekatan antarfaksi Palestina, terutama Fatah dengan Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, yang sejak awal menuntut penghentian kerjasama keamanan otoritas Palestina dengan Israel.

Dewan Pusat PLO dalam keputusannya juga memutuskan untuk memboikot Israel, menuntut semua tanggungjawab Israel atas perilakunya selama ini sebagai rezim pendudukan, mendukung perlawanan rakyat secara damai dan menyokong intifada Baitul Maqdis.

PLO juga menekan penerapan seluruh isi Perjanjian al-Shati untuk merampungkan rekonsiliasi nasional Palestina dan memutuskan untuk bergabung dengan inisiatif nasional PLO pimpinan Mostafa al-Barghuthi.

Keputusan itu diambil Dewan Pusat PLO dalam rapat yang digelar selama dua hari mengenai hubungan dengan Israel, sementara pihak Israel untuk ketiga kalinya membekukan pendapatan pajak otoritas Palestina. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*