erdogan-twitter-ban-580Ankara, LiputanIslam.com – Partai oposisi terbesar Turki, Partai Rakyat Republikan (CHP) Senin (31/03) menyatakan keberatan dan akan mengajukan banding terkait hasil pemilu lokal di Ankara yang berlangsung Minggu lalu. Dalam hasil itu CHP dinyatakan kalah tipis dibanding perolehan suara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang merupakan partai Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan.

Berdasar hasil sementara yang diumumkan televisi Turki, AKP yang berkuasa sejak tahun 2002 meraih 44.8 persen suara di Ankrara, sedangkan CHP 43.9.

“Hari ini kita akan mempersiapkan aplikasi kita untuk mengajukan banding dengan mengomparasi menit-menit dari kotak suara dan data dari Dewan Pemilihan Agung,” tulis kandidat walikota CHP untuk Ankara, Mansur Yavas, pada akun Twitter-nya, sebagaimana dikutip Reuters.

Pemilu itu sendiri menjadi lebih menyerupai referendum mengenai pola pemerintahan Erdogan yang diterjang badai tuduhan korupsi, diktator dan kebocoran rahasia keamanan hingga terjadi aksi pemblokiran Twitter dan Youtube oleh pemerintah. Pihak oposisi semula optimis dapat memberikan pukulan telak dengan menguasai Istanbul atau Ankara, tapi hasil pemungutan suara sementara ternyata justru mengukuhkan posisi AKP di dua kota tersebut.

Dewan Pemilihan Agung Turki menyatakan perlu waktu sekian minggu untuk dapat mengumumkan hasil final pemungutan suara di tingkat nasional. Terkait pengajuan banding, dewan ini memperkirakan tidak akan ada perubahan signifikan. Menurut laporan jaringan berita NTV dan CNN Turk, berdasar hasil penghitungan 18 persen suara, AKP memimpin perolehan suara nasional sebanyak sekitar 48 hingga 49,6 persen, sedangkan CHP hanya berkisar 28 persen.

Pada pemilu 2009, AKP meraih suara 38,8 persen, dan sekitar 50% dalam pemilu legislatif tahun 2011. Karena itu, jika hasil final pemilu lokal kali ini tak jauh berbeda dengan hasil sementara maka ini menjadi kemenangan besar bagi Erdogan yang disering diterjang aksi unjuk rasa dan terbelit banyak banyak tuduhan korupsi dan lain-lain.

Mengacu pada hasil suara sementara, Erdogan segera menebar euforia kemenangan sambil menebar ancaman bahwa dia akan memberikan balasan setimpal terhadap lawan-lawan politik yang selama ini gencar menyudutkan dirinya, khususnya terhadap kelompok Muhammed Fethullah Gulen. “Mereka harus membayar semua tindakan itu,” ancam Erdogan, yang juga disebut-sebut akan mencalon dirinya dalam pemilu presiden pada Agustus mendatang.

Tanggapan Publik Dalam dan Luar Negeri

Pasca pemungutan suara, sebagian masyarakat mengaku tidak puas. Sebagian penduduk mengaku pessimis terhadap masa depan Turki. “Dalam kampanye pemilu mereka menonjolkan diri dengan apa saja yang akan mereka programkan, tapi setelah menang mereka tidak mau memenuhi janji-janjinya kepada kami. Tujuan mereka tak lain hanya mengantongi suara,” papar seorang gadis Turki kepada TV al-Arabiya. Gadis lain Turki juga mengaku kecewa dengan mengatakan, “hasil pemilu sangat mengecewakan, saya kira negara ini sudah terbentur jalan buntu. Dibanding keadaan di negara-negara lain saya merasa hak-hak kami telah dinistakan.”

Di luar Turki, seorang dosen Georgetown University di Qatar kepada jaringan berita al-Jazeera mengaku terkejut dan heran terhadap hasil sementara penghitungan suara karena, menurutnya, selain AKP sudah terlampau jauh terbelit isu korupsi, partai ini juga telah memberikan banyak konsesi kepada gerakan-garakan “teroris” serta tampil dengan pola diktator dan berobsesi untuk menumpas oposisi.  Dosen yang tak disebutkan namanya itu juga menilai bahwa hasil pemilu itu menandakan bahwa di Turki sedang terjadi krisis moral yang mengacam masa depan negara ini.

Pengamat politik Turki Hazar Awzan kepada jaringan berita al-Alam mengatakan, “Erdogan menang dengan jumlah perolehan suara yang tak terduga oleh siapapun, tapi ini tidak lantas kita patut mengatakan bahwa dia menang secara demokratis. Rakyat Turki yakin bahwa serangkaian gejolak yang terjadi selama ini pasti menimbulkan faktor-faktor tak wajar di balik semua ini.”

Sementara itu, Mahmoud Koje, jurnalis Turki menilai ulah Erdogan akan semakin menjadi pasca pemilu. “Ancaman Erdogan sebelum pemilu dan sesudah kemenangannya akan memperparah konflik, apalagi dia sekarang merasa sudah berada di atas angin pasca pemilu,” ungkapnya kepada al-Alam.

Situasi pemilu lokal Turki berlangsung menegangkan, terutama setelah sempat terjadi bentrokan berdarah dalam kampanye di beberapa tempat. Delapan orang bahkan dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat bentrokan antarmassa pendukung parpol di wilayah tenggara Turki. (mm/reuters/alarabiya/aljazeera/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*