London, LiputanIslam.com – Kubu oposisi Suriah mengimbau Uni Eropa (UE) agar membantu mengeluarkan pasukan Iran dari Suriah. Imbauan itu dinyatakan oleh Nasr al-Hariri, anggota dewan perunding oposisi Suriah di luar negeri yang didukung oleh Barat dan sebagian negara Arab, bersamaan dengan disiarkannya wawancara Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan channel RT milik Rusia, Kamis (31/5/2018), yang antara lain berbicara mengenai keharusan pasukan AS angkat kaki dari Suriah.

Seperti dilansir Reuters, al-Hariri mengklaim, “Rusia dan Iran berperang di Suriah mewakili Assad, membantunya melindungi banyak kawasan Suriah dari serangan oposisi dan kelompok-kelompok Islamis (Wahhabi/takfiri). Di Suriah ada sekitar 100,000 pasukan Iran atau pasukan yang terafiliasi dengan Iran.”

Dia juga mengatakan, “Peranan Iran kian membesar. Karena itu kami mendukung mekanisme apapun yang dapat membatasi pengaruh Iran di kawasan (Timteng), khususnya Suriah.”

Dia menambahkan, “Uni Eropa harus membantu mengeluarkan Iran dari Suriah.”

Nasr al-Hariri kemudian mengklaim bahwa “program nuklir (Iran) tak dapat dipisahkan dari proyek rudal dan perilaku destruktifnya di kawasan.”

Dia menirukan desakan AS dan Israel serta beberapa negara Arab Teluk sekutu AS bahwa Iran harus merundingkan kemampuan pertahanan rudalnya dan berhenti menebar pengaruh di Timteng, desakan yang sudah berulang kali ditolak oleh Iran.

Sejauh ini Iran masih berunding dengan tiga negara terkemuka Eropa, yaitu Inggris, Perancis, dan Jerman, mengenai kelanjutan perjanjian nuklir Iran. Di tengah proses ini Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei pekan lalu menegaskan bahwa dalam perundingan ini Uni Eropa tak dapat menegosiasikan soal kemampuan rudal Iran maupun kedudukan negara ini di Timteng. (mm/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*