Riyadh, LiputanIslam.com – Tokoh oposisi Suriah Nasr al-Hariri meminta kepada negara-negara Arab agar tidak menjalin lagi hubungan mereka dengan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Permintaan itu dia sampaikan sembari mengaku frustasi atas adanya upaya di tengah masyarakat Dunia Arab untuk memulihkan hubungan mereka dengan Damaskus.

Pada Desember 2018 Uni Emirat Arab (UEA) membuka lagi kedutaan besarnya untuk Suriah di Damaskus, dan tindakan serupa kemudian disusul oleh Bahrain.

“Kami benar-benar heran terhadap tindakan saudara-saudara kami membangun jembatan pemahaman, komunikasi, dan hubungan dengan rezim (Suriah) ini. Padahal mereka tahu betul bahwa tujuan Iran dalam perencanaannya adalah menjauhkan Suriah dari tetangga-tetangganya di Arab,” kata Hariri kepada wartawan di Riyadh, Arab Saudi, tempat ia tinggal di pengasingan, Ahad (6/1/2019).

“Kami berharap semua saudara kita, para pemimpin negara-negara Arab, tidak menipu dan meninggalkan orang-orang Suriah. Sebaliknya, ini adalah saat ketika orang-orang Suriah harus benar-benar didukung, dan bagaimanapun juga jangan sampai menyokong rezim kriminal.”

Liga Arab menangguhkan keanggotaan Suriah pada November 2011 ketika negara ini mulai dilanda pemberontakan dan terorisme sehingga banyak negara dan kekuatan regional bertaruh pada jatuhnya rezim Assad. Karena itu, sebagian besar negara-negara Teluk menutup kedutaan mereka di Damaskus pada 2012.

Namun, belakangan ini banyak negara Arab berusaha memulihkan hubungan dengan pemerintahan Assad setelah pasukannya menang perang.

Beberapa hari sebelum kedutaan UEA dibuka kembali, Presiden Sudan Omar al-Bashir mengunjungi Damaskus sehingga dia menjadi pemimpin Arab pertama yang berkunjung ke Suriah sejak 2011.

Upaya untuk mengembalikan Suriah rezim Suriah kembali ke Dunia Arab kemungkinan akan terus meningkat sebelum KTT Liga Arab yang akan diadakan di Tunisia pada bulan Maret mendatang. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*