bahrain human rightManama, LiputanIslam.com – Koalisi Partai Oposisi Demokrasi Nasional Bahrain menyatakan penindasan pemerintah Bahrain terhadap rakyatnya terus meningkat dan bahkan bermaksud membungkam suara dan aspirasi rakyat.

Situs al-Wifaq Jumat (30/5) menyebutkan bahwa ancaman aparat keamanan untuk melakukan pembunuhan, penangkapan dan larangan secara sewenang-wenang mencerminkan tirani dan perang rezim totaliter Bahrain terhadap kebebasan rakyat untuk bersuara dan berpendapat.

Koalisi itu menegaskan, “Larangan pemerintah terhadap perkumpulan yang diadakan oleh Koalisi Partai Oposisi Demokrasi Nasional Bahrain di kawasan Saar pada Jumat dan ancamannya untuk melakukan kekerasan di kawasan itu adalah tindakan bodoh dan tidak bisa diterima serta mencerminkan militerisme penguasa.”

Sementara itu, Manama serta beberapa kota dan desa di Bahrain Kamis (29/5) kembali dilanda unjuk rasa anti pemerintah. Mereka menuntut penyerahan jenazah aktivis Abdulaziz al-Abbar yang meninggal akibat kekerasan aparat keamanan.
Abbar (27 tahun) meninggal dunia pada 18 April lalu setelah mengalami koma selama 55 hari akibat luka yang dideritanya dalam peristiwa unjuk rasa di kota Saar dekat Manama pada Februari lalu.

Pusat HAM Bahrain menyebutkan aparat keamanan telah menembak Abbar dengan gas air mata dan senapan burung.
Sejak itu sampai sekarang rezim Bahrain masih menahan jenazah Abbar hingga menambah kemarahan rakyat.

23 Mei lalu rakyat di desa Diraz, sebelah barat Manama, menggelar demonstrasi mengenang Abbar dan mengutuk eskalasi kekerasan pemerintah. Akhir Apirl lalu, bentrokan terjadi di desa Eker serta kota Jidhafs dan Sitra antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa yang marah terhadap penolakan pemerintah Bahrain untuk menyerahkan jenazah Abbar.

Sejak pertengahan Februari 2011, ribuan massa pro demokrasi kerap menggelar unjuk rasa di berbagai wilayah Bahrain. Mereka menuntut supaya keluarga al-Khalifa turun dari tahta.

Maret 2011, pasukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab masuk ke Bahrain untuk mempertahankan rezim al-Khalifa dengan cara ikut menumpas demonstrasi damai rakyat Bahrain. Sedikitnya puluhan orang tewas dan ratusan lainnya menderita luka-luka akibat represi yang menimpa para pengunjuk rasa. Selain itu, beberapa orang lainnya ditahan dan dijebloskan ke dalam penjara. (mm/alwifaq/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL