bahrain revolusiManama, LiputanIslam.com – Organisasi Jam’iyyat Islam al-Wefaq yang merupakan kelompok oposisi terkuat di Bahrain menegaskan bahwa rakyat tak gentar menghadapi represi dan intimidasi rezim yang berkuasa di negara ini.

“Seluruh rakyat Bahrain tak gentar menghadapi intimidasi rezim al-Khalifah… Kami semua berhak memboikot ‘pemilu teatrikal’ parlemen rezim al-Khalifah. Kami menyerukan kepada rakyat supaya melakukan aksi boikot, dan siapapun tidak dapat memaksa rakyat untuk mengikuti pemilu,” ungkap Sekretaris Jenderal Jam’iyyat Islam al-Wefaq, Syeikh Ali Salman, sebagaimana dilansir situs milik organisasi ini.

Dia menambahkan, “Rezim al-Khalifah menyalahi kehendak rakyat, dan ikut serta dalam pemilu berarti melawan rakyat. Kami tidak melihat ada tanda-tanda keberpihakan kepada aspirasi rakyat dalam proses politik yang dominan di negara ini.”

Ali Salman menjelaskan bahwa para anggota parlemen dari kubu oposisi sudah menarik diri dari parlemen karena mereka menuntut penghentian aksi pembunuhan dan penindasan terhadap rakyat yang menuntut kebebasan dan haknya.

Bahrain dilanda gelombang protes besar-besaran anti pemerintah sejak empat tahun lalu, yang kemudian ditumpas dengan bantuan pasukan Arab Saudi yang ditempatkan di Bahrain hingga menjatuhkan banyak korban tewas di pihak rakyat pemrotes. Selain itu rezim Bahrain juga menangkapi dan menghukum banyak warga dan aktivis.

Belakangan rezim Bahrain bahkan menangkapi para aktivis perempuan yang terlibat dalam kampanye referendum yang akan digelar sebagai tandingan untuk pemilu yang diupayakan oleh pemerintah. (Baca juga: Terancam Referendum, Pemerintah Bahrain Tangkapi Para Aktivis Perempuan)

Para wakil partai al-Wefaq yang merupakan partai oposisi terbesar tiga tahun lalu keluar dari parlemen sebagai bentuk protes atas represi pasukan al-Khalifah yang dibantu pasukan Saudi terhadap aksi protes rakyat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL