Pasukan Populer IrakSamarra, LiputanIslam.com – Menteri Dalam Negeri Irak Salim al-Ghaban menyatakan bahwa operasi militer pasukan Irak di Tikrit, ibu kota provinsi Salahuddin, terhenti setelah berhasil meraih 90 persen tujuannya, sementara Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obeidi menyatakan 40 teroris tewas di provinsi yang sama Senin kemarin (16/3/2015).

Sebagaimana dilaporkan Fars, dalam konferensi pers di kota Samarra, 125 km utara Baghdad, Senin kemarin al-Ghaban menambahkan bahwa operasi pembebasan berbagai kawasan yang dikuasai kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilancarkan hanya oleh orang-orang Irak sendiri, namun pihaknya menyambut baik apabila ada bantuan dari luar negeri dalam perang melawan terorisme.

Dia mengakui bahwa operasi militer itu belakangan mengalami hambatan sehingga dihentikan untuk sementara waktu. “Keterhentian yang terjadi sementara ini dalam operasi Tikrit tak lain adalah demi menjaga jiwa warga sipil maupun pasukan militer, akibat banyaknya bahan peledak dan ranjau yang ditanam oleh para teroris,” ungkapnya.

Menurutnya, sebanyak 20,000 pasukan dan relawan terlibat dalam operasi pembebasan Tikrit yang dimulai sejak dua pekan lalu dengan sandi “Labbaika Ya Rasulullah.” Dia mengakui bahwa ada kelambanan untuk memulai operasi militer untuk mengevakuasi penduduk Tikrit.

“Al-Hasyd al-Sakbi dan pasukan keamanan memiliki disiplin yang tinggi dalam upaya melindungi jiwa dan harta benda penduduk setempat,” pungkasnya. Wakil Menhan Irak Ibrahim al-Lami menyatakan pasukan Irak di Tikrit memerlukan bantuan serangan udara untuk dapat segera membebaskan kota ini sepenuhnya.

“Kami memerlukan serangan udara dari pihak pasukan manapun yang dapat bekerjasama dengan kami dalam perang melawan ISIS,” katanya, sebagaimana dikutip Irna.

40 Teroris Tewas Secara terpisah, sebagaimana diberitakan al-Mayadeen, Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obeidi dalam statemennya menyatakan 40 teroris anggota ISIS tewas, dua kendaraan dan satu mobil tangki berbahan peledak milik mereka hancur dihantam serangan tentara dan relawan Irak di provinsi Salahuddin Senin kemarin.

Di Baghdad, pasukan Irak berhasil meringkus seorang petinggi ISIS, sementara badan intelijen Irak dalam statemennya Minggu lalu (15/3/2015) menyatakan bahwa satu kelompok teroris yang terdiri dari 31 anggota ISIS berhasil dihancurkan. Kelompok itu diketahui sebagai pelaku 52 serangan teror di Irak serta merencanakan pembunuhan terhadap beberapa anggota parlemen dan kementerian Irak.

Al-Mayadeen juga melaporkan bahwa ISIS telah mengekskusi Talal al-Dulaimi dan Ihab Masoud, dua dokter Irak yang tinggal di Mosul, karena enggan mengobati para anggota ISIS yang menderita luka dalam pertempuran di Tikrit. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*