relawan irakBaghdad, LiputanIslam.com – Korban dalam jumlah besar di pihak gerilyawan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) masih terus berjatuhan akibat operasi penumpasan teroris yang dilancarkan polisi dan militer Irak yang didukung oleh relawan di berbagai kawasan negara ini. Dari berbagai laporan yang tersiar, Liputan Islam kali ini mencatat lebih dari 78 militan ISIS tewas dalam perkembangan terbaru di Irak Kamis (26/6/2014).

Di kawasan sebelah barat kota Ramadi, menurut keterangan juru bicara Komando Umum Angkatan Bersenjata Irak, Mayjen Qassim Atta yang dikutip al-Sumaria Kamis (26/6/2014), sembilan militan ISIS tewas terkena serangan udara Irak, dua di antaranya adalah petinggi ISIS yang masing-masing bernama atau berjulukan Abu Anas al-Shami dan Muktasim Abdurrahman.

Dalam jumpa pers di Baghdad Atta juga mengatakan, “Operasi militer al-Jazirah dan al-Badiyah yang didukung relawan dari suku al-Jughaifah dan al-Bunamar berhasil menggagalkan serangan militan terhadap pasukan keamanan di sebuah wilayah di timur distrik al-Qaim dan di barat kota Ramadi. Dalam operasi itu, seorang ‘amir’ ISIS yang memiliki julukan Abu Anas al-Shami tewas bersama tujuh anak buahnya. Selain itu, pasukan keamanan juga telah menghabisi petinggi ISIS lain bernama Muktasim Abdurrahman alias Abu Hajir di sebelah barat distrik Tal Afar.”

Keterangan lain dari Letjen Hamid al-Maliki yang dikutip al-Sumaria menyebutkan bahwa jet tempur Irak telah menggempur salah satu tempat konsentrasi ISIS di kawasan al-Tamim, kota Ramadi, menyebabkan 11 militan kelompok tersebut tewas, satu di antaranya adalah Majid Abdul Amir yang dinyatakan ISIS sebagai “wali syar’i” di Ramadi.

Di selatan kota Tikrit, sebuah sumber keamanan mengatakan bahwa empat kendaraan militan hancur dan 28 militan tewas diserang pasukan tank Irak di distrik Balad (80 km selatan kota Tikrit).

Sedangkan di kota Tikrit sendiri, pasukan Irak akhirnya berhasil membebaskan Universitas Tikrit dari cengkraman ISIS setelah terlibat pertempuran sengit pada Kamis sore dengan militan ISIS yang bertahan di dalam komplek universitas. Tidak dijelaskan korban akibat pertempuran itu, namun sebelum pertempuran itu terjadi pasukan udara Irak telah menggempur komplek itu hingga menewaskan puluhan militan bersenjata.

Di selatan kota Mosul, menurut keterangan sebuah sumber dari provinsi Ninawa, beberapa anggota ISIS tewas dan lainnya cidera akibat serangan udara pasukan Irak terhadap tempat perkumpulan mereka di sebuah rumah bekas tempat tinggal seorang komandan polisi Irak, Mayjen Khaled al-Hamdani, di kawasan Hamam al-Alil (35 km selatan Mosul). Sumber itu tidak menyebutkan jumlah persis korban tewas dan cidera di pihak ISIS yang berkumpul di rumah mereka kuasai tersebut, namun dia memastikan bahwa beberapa di antara mereka adalah komandan ISIS.

Di timur kota Baquba, sebanyak 20 anggota ISIS tewas dan delapan kendaraan mereka hangus digempur pasukan Irak di kawasan Mansuriah (35 timur Baquba). Komandan polisi provinsi Diyala, Mayjen Jamil al-Shimri, mengatakan bahwa pasukan keamanan berhasil membersihkan Mansuriah dari keberadaan militan setelah gempuran tersebut.

Dia juga mengapresiasi besarnya peran relawan setempat dalam membantu perjuangan pasukan keamanan menumpas teroris. Sebelumnya telah dikabarkan bahwa relawan setempat berhasil menghabisi seorang komandan ISIS dan tiga orang anak buahnya dalam sebuah kontak senjata sengit.

Di utara kota Samarra, sebuah sumber dari Komando Operasi Samarra, mengatakan enam anggota ISIS tewas di kawasan al-Jalam saat kawanan bersenjata kelompok tersebut melancarkan serangan yang kemudian mendapat perlawanan dari pasukan keamanan.

Rabu lalu (25/6/2014), sebanyak 12 kontainer dan 30 truk bahan makanan telah dikirim ke kota Samarra, provinsi Salah al-Din, setelah jalur ke tersebut sempat terputus selama 16 hari. Sehari sebelumnya, Mayjen Qassim Atta, mengumumkan bahwa jalur Baghdad-Samarra sudah aman dan terkendali sepenuhnya setelah operasi pasukan keamanan di Samarra berhasil meraih kemajuan.

Di utara kota Babil, sedikitnya 10 anggota ISIS tewas dan basis mereka hancur di kawasan Shaha Wahid. Gubernur provinsi Babil, Sadeq Madlul Sultani, mengatakan bahwa kawasan yang terletak di 30 km utara kota Babil itu juga sudah berhasil disterilkan dari keberadaan militan ISIS. Dia juga mengatakan bahwa pasukan relawan yang membantu tentara dan polisi Irak sangat berperan dalam pembebasan dan pembersihan kawasan itu dari keberadaan gerilyawan ekstrimis ISIS.

Seperti diketahui, situasi keamanan Irak membara menyusul serbuan milisi ISIS bersama beberapa kelompok militan lainnya ke Mosul serta jatuhnya kota terbesar kedua di Irak ini dan beberapa kawasan lain ke tangan ISIS pada tanggal 10 Juni lalu. Ratusan ribu orang terdera di pengungsian, dan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengumumkan status siaga penuh menyusul peristiwa tersebut.

Selain itu, para ulama dari semua mazhab menyerukan fatwa jihad melawan ISIS. Puluhan ribu relawanpun akhirnya bangkit membantu tentara dan polisi Irak memerangi gerilyawan ISIS serta membebaskan kawasan demi kawasan dari keberadaan kelompok yang terafiliasi dengan jaringan teroris al-Qaeda tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL