القوات العراقية المشتركة تدخل وسط الرماديRamadi, LiputanIslam.com –   Untuk pertama kalinya sejak delapan bulan silam, pasukan gabungan Irak terlihat sudah bermunculan di pusat Ramadi, ibu kota provinsi Anbar, Irak barat. Demikian dilaporkan sumber-sumber Irak yang dilansir IRNA, Selasa (22/12).

Di sana mereka bahkan sudah menggelar razia dari lokasi ke lokasi, termasuk bangunan-bangunan apartemen. Sebagian sumber menyebutkan bahwa operasi pembebasan Ramadi akan segera tuntas dalam jangka waktu beberapa jam ke depan.

Kontak senjata di beberapa kawasan masih berlanjut antara pasukan Irak dan kawanan teroris ISIS yang terjebak dalam kota, sementara banyak rekan mereka sesama anggota ISIS yang berhasil kabur dari dalam kota dalam beberapa hari terakhir.

Pasukan kontra-Terorisme Irak berada di barisan terdepan pasukan gabungan. Mereka masuk ke pusat kota Ramadi sejak Selasa pagi sebagai tahap final operasi pembebasan kota ini. Banyak kendala yang sudah dibuat kawanan ISIS untuk menghambat tahap ini, termasuk adanya para sniper ISIS dan jebakan-jebakan bom yang ditebar di jalanan dan bangunan.

Juru bicara pasukan kontra-terorisme Irak, Sabah al-Nu’mani, menyatakan pergerakan pasukan Irak di pusat Ramadi cukup pesat sehingga operasi pembersihan kota ini dari noda teroris lebih cepat daripada jangka waktu yang dijadwalkan belakangan ini.

Menurutnya, operasi itu sudah memasuki tahap final dan didukung oleh angkatan udara Irak dan  pasukan udara koalisi internasional, dan informasi terbaru menyebutkan bahwa pasukan teknisi dan penjinak bahan peledak sudah dikerahkan untuk mengatasi jebakan-jebakan bom ISIS.

Kota Ramadi jatuh ke tangan gerombolan ISIS pada tanggal 17 April 2015 hingga banyak persenjataan berat pasukan Irak juga jatuh ke tangan mereka. Jatuhnya Ramadi dinilai sarat konspirasi dan pengkhianatan karena terjadi sama sekali tanpa didahului kontak senjata pasukan Irak yang bertugas di sana melawan sekitar 400 pasukan ISIS yang datang dari arah Suriah dalam konvoi mobil Toyota, sementara pasukan udara koalisi internasional saat itu juga kerap berpatroli di angkasa Irak.

Operasi pembebasan Ramadi dimulai sejak lima bulan lalu, dan pasukan Irak sempat beberapa kali masuk ke gerbang kota, tapi kemudian tiba-tiba dikabarkan terhenti karena satu dan lain hal.

IRNA menyebutkan bahwa banyak pengamat menilai operasi pembebasan Anbar berlarut-larut akibat tekanan regional dan internasional, terutama dari Amerika Serikat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL