irak tentara bertempurBaghdad, LiputanIslam.com – Operasi militer Irak untuk pembebasan kota Mosul dari tangan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ditunda sampai setelah bulan suci Ramadhan mendatang. Demikian dikatakan Nuruddin Kabalan, anggota dewan ekskutif Front Turkmen Irak, sebagaimana dilansir al-Arab al-Youm, Senin (27/4).

Menyinggung dua juta penduduk kota di provinsi Nineveh, Irak utara, tersebut, Kabalan mengatakan, “Adanya jumlah penduduk sedemikian besar menyulitkan perencanaan operasi militer untuk pembebasan Mosul. Inilah yang menyebabkan rencana semula untuk pembebasan Mosul berubah, sebab di bagian besar operasi itu terfokus pada mekanisme penyelaman warga sipil, dan ini pula yang menyebabkan operasi ditunda sampai sesudah bulan Ramadhan.”

Dia menambahkan, ”Penduduk Mosul berusaha melangsungkan kehidupannya, namun dalam kondisi yang serba sulit dan dalam suasana gelisah dan kekuatiran terhadap apa yang mereka alami. Listrik dan air bersih boleh dibilang sulit sekali mereka dapatkan.”

Berdasarkan keterangan orang-orang yang berhasil kabur dari Mosul, kader Front Turkmen Irak ini mengatakan bahwa penduduk di sana mengalami tekanan mental sehingga memerlukan bantuan kesehatan dan mental.

ISIS menyerbu dan menguasasi Mosul sejak Juni 2014, dan setelah itu kelompok teroris ini berhasil menguasai sebagian besar wilayah utara, barat dan timur Irak hingga terjadi banyak tragedi pembantaian di kawasan tersebut.

Sebagian besar warga Turkmen Syiah terpaksa kabur dari Mosul karena ISIS sangat memusuhi kaum Syiah. Hingga kini relawan dan tentara Irak serta pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, terus menggalang kerjasama untuk proses pembebasan kota kedua terbesar di Irak tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL