Shi'ite fighters launch rocket towards Islamic State militants during heavy fighting in Salahuddin provinceBaghdad, LiputanIslam.com – Tak kurang dari 7,000 personil pasukan adat Ahlussunnah atau Sunni Irak dikabarkan ikut andil dalam operasi ganyang teroris ISIS di provinsi Salahuddin dan Anbar.

Keterangan berbagai sumber yang dikutip lembaga pemberitaan Fars Selasa (10/3/2015) menyebutkan bahwa mereka bahu membahu bersama saudara-saudara mereka dari kalangan Syiah dan Kurdi terjun ke medan laga untuk membantu tentara dan polisi Irak membasmi gerombolan teroris yang masih bercokol di Tikrit, ibu kota provinsi Salahuddin, yang sudah terkepung total.

Disebutkan bahwa ribuan pasukan Sunni bertugas menyerbu posisi-poisis ISIS di Tikrit dari arah Barat, sedangkan pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, bertugas menggempur dari arah timur.

Al-Sumaria News memberitakan bahwa kelompok-kelompok suku provinsi Salahuddin merilis siaran pers menyatakan bahwa seluruh penduduk dan suku-suku di Tikrit sepenuhnya siap bekerjasama dengan angkatan bersenjata Irak dalam operasi ganyang ISIS.

Sementara ini gerak maju pasukan Irak ke berbagai kawasan yang sudah ditinggal mundur oleh ISIS berjalan relatif lambat akibat terkendala oleh banyaknya bahan peledak yang dipasang ISIS di jalan-jalan.

Namun demikian, menurut laporan Alalam, para komandan angkatan bersenjata Irak memastikan bahwa Tikrit secara militer sudah jatuh ke tangan pasukan Irak, dan perang Tikrit tidak akan berlangsung lama, sebab ISIS sudah kehilangan kendalinya atas kota ini dan tidak banyak amunisi dan perlengkapan perang yang tersisa di tangah mereka.

Pasukan dan relawan sudah masuk ke jalan-jalan Tikrit dan bergerak menuju kawasan al-Qadisiah.

Situs berita al-Furat News melaporkan bahwa pasukan Irak yang sejak Senin sore lalu (9/3/2015) telah mengepung Tikrit secara total dari semua arah Selasa kemarin telah memasuki kota. Seorang pejabat keamanan Irak mengatakan bahwa sejak Selasa pagi itu operasi pembebasan Tikrit dari tangan ISIS sudah dimulai.

Pernyataan sumber lain yang dilansir al-Sumaria News dan dikutip Alalam menyatakan pasukan keamanan bersama al-Hasyd al-Sakbi dan pasukan adat Tikrit telah masuk ke Tikrit dari gerbang selatan dan berhasil menguasai sebuah rumah sakit pendidikan dekat komplek Istana Kepresidenan serta mengibarkan bendera Irak di atasnya setelah terlibat kontak senjata sengit melawan ISIS.

Kawanan ISIS Diringkus di Najaf

Kepala Kepolisian Provinsi Najaf, bagian selatan Irak, menyatakan pihaknya telah melancarkan operasi pemantauan secara cermat di provinsi ini hingga berhasil meringkus sekawanan bersenjata yang terafiliasi dengan ISIS.

Lembaga pemberitaan Irak, Non, menyebutkan bahwa pasukan intelijen di provinsi Najaf bekerjasama dengan komando kepolisian telah melakukan pemantauan di bawah pengawasan langsung Gubernur Najaf terhadap sekelompok orang mencurigakan hingga berhasil mengidentifikasi dan menangkap mereka.

Dilaporkan bahwa gerombolan teroris itu menyusup ke Najaf melalui dua tahap dengan tujuan melancarkan serangan teror. Namun, berdasarkan data-data intelijen, para pimpinan gerombolan itu teridentifikasi hingga berujung penangkapan.

Wilayah Irak selatan selama ini aman dari serangan teror karena ketatnya pengawasan aparat keamanan. Karena itu, terjadinya penyusupan teroris ke wilayah tersebut praktis mengudang perhatian masyarakat setempat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*