logo-okiLondon, LiputanIslam.com –  Berbagai macam cara sudah ditempuh oleh Arab Saudi untuk menjadikan perang Yaman bercorak sektarian mazhab. Dalam rangka ini semula Saudi tiba-tiba mendeklarasikan “Koalisi Islam”, tapi bukannya mendapat banyak dukungan dari negara-negara “Sunni”, sebagian negara malah mengaku kaget namanya dicatut, karena jangankan diajak berunding soal itu, koalisi demikian bahkan tak pernah terbersit dalam pikiran mereka.  Demikian disebutkan oleh Rai al-Youm dalam editorialnya, Senin (14/11/2016).

Media online berbahasa Arab dan berbasis di London ini melanjutkan bahwa Saudi sekarang mencoba menunggangi Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang bermarkas di kota Jeddah, Arab Saudi, untuk memaksakan pendapatnya mengenai agresi pasukan koalisi pimpinan Saudi terhadap Yaman yang sampai sekarang tak kunjung membuahkan hasil seperti yang diinginkan rezim Riyadh.

Sekretaritas Jenderal OKI lantas mengeluarkan statemen resmi bahwa organisasi negara-negara Islam ini akan menggelar “sidang darurat” tingkat menteri luar negeri hari ini, Kamis (17/11/2016) di kota suci Mekkah al-Mukarramah. Isu yang diangkat dalam sidang ini sangat kontroversional, yaitu klaim Saudi bahwa milisi Ansarallah (Houthi) dan sekutunya di Yaman telah meluncurkan rudal balistik ke arah kota suci Mekkah pada akhir Oktober lalu.

Klaim itu sudah dibantah keras oleh Ansarullah. Milisi ini bersumpah tidak akan pernah bertindak gila membidik tempat paling suci di muka bumi. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Partai Kongres pimpinan mantan presiden Ali Abdullah Saleh yang bersekutu dengan Ansarullah. Sumber-sumber Inggrispun memastikan bahwa rudal itu ditujukan ke Bandara King Abdullah Aziz di Jeddah di wilayah Laut Merah.

Rai al-Youm berkomentar, “Ansarullah dan sekutunya, Saleh, boleh saja dituding memberontak terhadap pemerintahan yang sah di Sanaa, menduduki Sanaa dan Aden yang menjadi ibu kota alternatif,  menguasai Bank Central Yaman, gudang-gudang militer, dan merudal berbagai kota dan pangkalan militer Saudi di Jizan, Najran, Khamis Mashit, Abha dan Thaif (Pangkalan Udara King Fahad). Tapi, menuduh mereka merudal Mekkah al-Mukarramah jelas tak masuk akal, tidak logis sama sekali. Sebab, sebodoh-bodoh Ansarullah dan Saleh tidak mungkin menyatakan perang terhadap satu setengah miliar umat Islam. Dan yang lebih penting lagi, mereka adalah Muslim dan bertauhid. Houthi bahkan terhubung dengan Ahlul Bait (keturunan Nabi Muhammad saw).”

Rai al-Youm menambahkan, “Jika ada orang yang berpikir bahwa banyak pemerintah yang bodoh di negara-negara Islam, maka rakyat bangsa-bangsa Muslim atau setidaknya sebagian besar mereka tidaklah bodoh sehingga tidak mungkin percaya bahwa Sayyid Abdul Malik al-Houthi menjelma menjadi Abrahah, dan Ali Abdullah Saleh menjadi Qurmuthi abad ke-21`.”

Karena itu, lanjut Rai al-Youm, OKI harus bersikap netral, berusaha mendekatkan sesama umat Islam, memerangi fitnah sektarian yang telah memecah belah barisan mereka, mengutamakan isu-isu sentral Islam, dan mengatasi konflik antarumat Islam. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL