VIDEO: OIC Summit Starts in Istanbul; President Rouhani Will Deliver SpeechIstanbul, LiputanIslam.com – Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI) ke-13 hari ini, Jumat (15/4), memasuki hari kedua di Istanbul, Turki, dan akan berakhir di hari yang sama. KTT ini digelar dengan slogan persatuan, solidaritas dan perdamaian, sayangnya KTT juga berhadapan dengan tebaran ranjau sektarianisme.

Pertemuan besar ini diikuti oleh delegasi dari 50 negara, dan di situ Turki menerima jabatan ketua periodik OKI yang sebelumnya dipegang oleh Mesir.

KTT OKI di Istanbul dijadwalkan akan mengeluarkan keputusan-keputusan mengenai berbagai isu dunia Islam dalam deklarasi yang mengandung 200 klausul.

Ada beberapa bocoran yang memastikan bahwa Riydah dan sejumlah negara lain telah menyiapkan beberapa klausul yang berisikan kecaman terhadap “campurtangan” Iran di negara-negara regional Timteng dan pernyataan bahwa milisi Hizbullah Lebanon adalah organisasi teroris.

Menurut laporan al-Alam, Jumat (15/4), gelagat yang dimotori Arab Saudi itu direaksi oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dengan seruan supaya OKI tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat menimbulkan fitnah di tengah umat Islam.

Rouhani mengajak negara-negara anggota supaya lebih baik berjuang menghadapi berbagai tantangan nyata yang dihadapi oleh Dunia Islam, terutama berupa sepak terjang Rezim Zionis Israel yang jelas-jelas menjadi sumber kekerasan di Timteng. Perselisihan yang terjadi pada beberapa sasama negara anggota OKI, menurut Rouhani, harus diselesaikan melalui jalur dialog dan diplomatik.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengingatkan adanya sepak terjang Riyadh untuk menjadikan OKI sebagai alat kepentingan destruktifnya. Dia menyebutkan bahwa klausul anti Iran dan Hizbullah berseberangan dengan spirit solidaritas Islam dan hanya sejalan dengan kepentingan Israel.

Menurut al-Alam, peringatan dari Iran itu dinyatakan di tengah santernya gerakan Saudi untuk membentuk aliansi-aliansi Arab dan Islam yang ditujukan untuk menjegal peranan Iran dan Hizbullah, dengan dalih mencegah “bahaya Syiah”.

Dalam konteks ini, Raja Salman bin Abdul Aziz dalam safari regionalnya menjelang KTT OKI ke-13 di Istanbul telah memperlihatkan sinyalemen konsentrasi Riyadh pada segi tiga Saudi, Turki dan Mesir dengan cara memanfaatkan krisis ekonomi Mesir, perselisihan antara Mesir dan Turki, dan kegelisahan Amerika Serikat di Timteng.

Menurut para pengamat, dalam agenda Saudi itu juga terkandung target lain yang tak kalah pentingnya bagi Saudi dalam upaya menyingkirkan peranan Iran dan poros muqawamah (perjuangan melawan Israel), yaitu pengalihan perhatian khalayak dari fakta bahwa rezim petrodollar Saudi adalah rezim yang paling banyak terlibat di balik fenomena terorisme di Suriah, Irak, Yaman dan lain-lain. Dari pengalihan perhatian itulah kemudian Saudi bermaksud mencari kambing hitam.

Sepak terjang Saudi inilah yang menjadi beban KTT OKI ke-13, dan membuat KTT ini menjadi sangat krusial dan terlontar pertanyaan apakah OKI mampu mengatasi gerilya kotor Saudi itu? Dengan kata lain, KTT Istanbul sedang dihadapkan pada pilihan dan resiko yang dapat melemahkan solidaritas Islam dan menghancurkannya demi kepentingan musuh umat Islam. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL