Jenewa, LiputanIslam.com –Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), Jumat (4/11/2019), menyatakan persidangan di Arab Saudi atas kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tak dapat dinilai fair, dan menekankan bahwa bagaimanapun juga “tidaklah cukup.”

Sehari sebelumnya, Arab Saudi mengaku menggelar sidang awal untuk kasus itu, dan jaksa penuntut umum telah mengajukan tuntutan hukuman mati untuk lima orang terdakwa di antaranya.

Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa pada sesi pengadilan yang diadakan di Riyadh itu jaksa menuntut penjatuhan “hukuman yang tepat” terhadap 11 terdakwa dan bahwa hukuman “hukuman mati” harus dijatuhkan kepada lima orang tersebut atas keterlibatan langsung mereka dalam pembunuhan itu.

Menjawab pertanyaan tentang tuntutan hukuman mati itu, Juru Bicara OHCHR Ravina Shamdasani mengatakan bahwa lembaga ini menyerukan penyelidikan independen “dengan keterlibatan internasional.”

Dia juga menegaskan kembali penolakan kontinyu kantor HAM PBB terhadap hukuman mati.

Jurnalis Saudi  Jamal Khashoggi menghilang pada 2 Oktober 2018 setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan dokumentasi pernikahan yang dia rencanakan.

Arab Saudi awalnya mengklaim bahwa Khashoggi telah meninggalkan konsulat dalam kondisi bugas, tetapi berapa minggu kemudian mengumumkan bahwa dia tewas dibunuh di dalam Konsulat, dan menyalahkan kematiannya pada sekelompok orang.

Pihak berwenang Turki menyatakan bahwa satu “regu pembunuh” yang terdiri atas 15 orang telah dikirim dari Arab Saudi ke Istanbul untuk menghabisi jurnalis kritikus terkemuka Saudi berusia 61 tahun itu.

Pada 10 Desember, Turki meminta penyelidikan internasional terhadap kasus ini, setelah Riyadh menolak mengekstradisi dua pejabat senior Saudi yang diduga sebagai dalang pembunuhan. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*