Beirut, LiputanIslam.com –  Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) menyatakan pihaknya mendapat informasi-informasi mengenai kematian gembong kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi, 46 tahun. Bersamaan dengan ini Radio al-Bayan milik ISIS di Irak menyiarkan pernyataan belasungkawa atas kematian al-Baghdadi.

Direktur eksekutif SOHR Rami Abdulrahman, Selasa (11/7/2017), mengatakan kepada AFP, “Para pemimpin senior organisasi Negara Islam (IS/ISIS) yang ada di provinsi Deir Ezzor (Suriah) memastikan kematian pemimpin IS, Abu Bakar al-Baghdadi. Kami mengetahuinya hari ini, tapi kami tidak mengetahui kapan dan bagaimana dia mati.”

Abdulrahman mencatat bahwa al-Baghdadi yang menghilang sejak delapan bulan silam pernah bercokol dalam beberapa bulan terakhir di provinsi Deir Ezzo timur, tapi tak jelas apakah dia terbunuh di sana atau di tempat lain.

Sejauh ini belum ada komentar resmi tentang kabar ini di akun-akun yang terkait dengan ISIS di media sosial, sementara pasukan koalisi internasional pimpinan AS menyatakan belum dapat mengonfirmasi keterangan SOHR tentang al-Baghdadi tersebut.

“Kami tak dapat mengonfirmasi kematiannya, tapi kami berharap itu benar,” ungkap jubir pasukan koalisi internasional Kol. Ryan Dellon.

Laporan lain dari Irak mengutip keterangan sumber lokal provinsi Kirkuk bahwa radio al-Bayan milik ISIS berkabung atas kematian al-Baghdadi, dan bahwa kelompok ini akan mengadakan pertemuan untuk menunjuk penggantinya.

“Radio al-Bayan milik ISIS telah menyiarkan pernyataan singkat berisikan ungkapan belasungkawan atas kematian al-Baghdadi dan pernyataan bahwa kematiannya ini bukan berarti keberbalikan dari perang melainkan satu percobaan bagi pasukan ‘kekhalifahan’ untuk sabar dan teguh, serta bahwa kematian al-Baghdadi terjadi akibat luka-luka yang dialami sejak sebelumnya,” ungkap sumber itu.

Dia menambahkan, “Suatu pertemuan ‘Majelis Syura Mujahidin’ akan diadakan di Hawija (Iraq) setelah dilakukan musyawarah para pemimpin organisasi ini di Tal Afar dan kawasan lain untuk pengangkatan khalifah baru.”

Tentara Rusia pada 16 Juni lalu menyatakan telah melancarkan serangan udara dan lalu menyatakan bahwa kemungkinan besar serangan ini menewaskan al-Baghdadi. Serangan itu dilancarkan pada 28 Mei dan menghancurkan sebuah tempat pertemuan para pemimpin ISIS di dekat Raqqa, Suriah utara.

Selama ini Al-Baghdadi hanya satu kali menampakkan dirinya, yaitu ketika dia mendeklarasikan apa yang disebutnya negara kekhalifan di Masjid Jami’ al-Nuri di Mosul barat pada Juli 2014, yaitu setelah ISIS berhasil merebut banyak kawasan di Irak dan Suriah.

Al-Baghdadi kemudian tidak memperlihatkan tanda-tanda apapun mengenai apakah dia masih hidup atau tidak setelah rekaman suaranya beredar tak lama setelah pasukan Irak memulai operasi pembebasan Mosul. Dalam rekaman ini al-Baghdadi menyerukan semua petempur ISIS agar “solid” dan “berjihad sampai mati syahid.” (mm/rayalyoum/alsumarianews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL