Beirut, LiputanIslam.com –  Pasukan pemerintah Suriah akhirnya berhasil menguasai pangkalan udara (Lanud) Abu Duhur, provinsi Idlib, namun pertempuran masih berlangsung sengit antara mereka di satu pihak dan kawanan teroris Hayat Tahrir Sham alias Jabhat A-Nusra yang berkonsentrasi di dalam lanud. Demikian dilaporkan lembaga Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR).

“Pasukan pemerintah telah memasuki lanudr Abu Duhur yang dari segi serangan sudah hampir mereka kuasai secara total,” ungkap Direktur Eksekutif SOHR, Rami Abdulrahman, kepada AFP, Rabu (10/1/2018).

Dia menjelaskan bahwa bekerjasama dengan pasukan sekutunya tentara Suriah sebelumnya telah berhasil merebut beberapa banyak desa dan kota kecil setelah mereka menumpas sejumlah besar kawanan teroris, dan kini mereka sedang menyisir ranjau dan bahan-bahan peledak yang ditinggalkan oleh kawanan teroris.

Sebelumnya dilaporkan bahwa tentara Suriah dan sekutunya telah menguasai kawasan seluas 650 kilometer persegi, termasuk kota Sinjar dan beberapa desa di utaranya.

Keberhasilan tentara Suriah menguasai Sinjar merupakan keberhasilan mengatasi garis terdepan terdepan kelompok teroris Hayat Tahrir Sham alias Jabhat Al-Nusra dan sekutunya dalam menghadang gerak maju tentara Suriah menuju lanud Abu Duhur.

Tentara Suriah skemudianmenyongsong pertempuran langsung di lanud. Mereka bergerak dari arah  selatan mereka kini dan kemudian mencapai lokasi yang hanya berjarak 3 kilometer dari lanud setelah menguasai desa kecil Biya’ah.

Tentara Suriah membuka front pertempuran baru menuju lanud dari selatan provinsi Aleppo dan menguasai kawasan Jabal Al-Has serta memutus jalur Abu Duhur – Maarah Al-Numan setelah menguasai sejumlah desa di barat daya lanud Abu Duhur.

Lanud Abu Duhur merupakan pangkalan militer Suriah terbesar kedua di utara, dan telah dikuasai Jabhat Al-Nusra sejak September 2015. Lanud ini berjarak sekira 50 kilometer dari kota Idlib yang menjadi markas Jabhat Al-Nusra di Suriah.

Kemajuan yang dicapai tentara Suriah dan sekutunya di Idlib meningkatkan ketegangan dan aksi saling tuding antarkelompok bersenjata sendiri mengenai siapa yang bertanggungjawab atas lepasnya kawasan seluas itu dalam tempo relatif cepat.

Jabhat Al-Nusra menuding kelompok-kelompok Astana tak becus dalam mempertahankan berbagai kawasan di provinsi Idlib, sementara kelompok-kelompok itu balik menuding Jabhat Al-Nusra telah mundur tanpa perlawanan terhadap tentara Suriah.

Di front pertempuran provinsi Damaskus, peta militer di kawasan Ghouta Timur juga tampak akan segera berubah drastis karena sebuah keputusan militer telah diambil oleh tentara Suriah untuk merampungkan operasi di kota Harasta setelah pekan lalu mereka berhasil memecah kepungan terhadap kantor administrasi kendaraan di kota ini.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa tentara Suriah telah dikerahkan di gerbang-gerbang kawasan Ghota Timur dan membuat rencana-rencana lapangan untuk melanjutkan serbuan ke kedalaman wilayah Ghouta Timur.

Tentara Suriah Selasa lalu (9/1/2018) menebar selebaran di berbagai kawasan yang dikuasai kawanan bersenjata di Harasta, Arabain, dan Duma di Ghouta Timur berisi seruan agar mereka segera menyerahkan diri dan meletakkan senjata. Tentara Suriah mengingat kepada mereka bahwa sekarang adalah kesempatan terakhir bagi mereka untuk selamat. (mm/rayalyoum)

ntuk selamat. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL