barack obamaManila, LiputanIslam.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama Kamis (19/11) menyatakan perang di Suriah tidak akan reda sebelum Presiden Suriah Bashar al-Assad meletakkan jabatan, dan karena itu Obama menampik gagasan-gagasan supaya al-Assad dilibatkan dalam pemilu mendatang.

“Kami tak dapat membayangkan kondisi yang memungkinan berakhirnya perang saudara di Suriah selagi al-Assad masih berkuasa,” katanya di sela-sela pertemuan puncak organisasi Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) di Manila, Filipiina, sebagaimana dilansir AFP.

Menurutnya, rakyat Suriah tidak akan menerima bertahannya al-Assad di tampuk kekuasaan pasca perang.

Menanggapi pernyataan ini maupun pernyataan serupa dari para pejabat negara-negara Barat lain, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan hal sebaliknya.

“Kerusuhan di Suriah tak mungkin dapat diatasi secara damai tanpa keterlibatan al-Assad,” katanya.

Dia menyatakan bahwa penentuan prasyarat berupa penyingkiran al-Assad dari kekuasaan untuk kebergabungan Moskow dalam perang melawan ISIS “tidak bisa diterima”.

Kepada Radio Rossii dia juga menegaskan bahwa serangan teror di Paris sebenarnya telah membuat para pejabat Barat menyadari bahwa misi utama di Suriah adalah menumpas gerombolan teroris ISIS, bukan menggulingkan presiden Suriah.

“Mitra-mitra Barat kami menyadari absurditas kebijakan dan ultimatum bahwa jika al-Assad turun maka semua persoalan akan beres,” ujar Lavrov.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa dalam kontak telefon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin menyusul tragedi teror Paris, Presiden Perancis Francois Hollande mengusulkan penggalangan koordinasi antara Rusia dan Perancis di Suriah.

“Semua ini menunjukkan bahwa para politisi yang berakal sehat pasti akan mengabaikan isu-isu sampingan dan berkonsentrasi pada persoalan utama, yaitu upaya menumpas ISIS dan mengasai posisi-posisi mereka di seluruh penjuru dunia,” terangnya.

Sementara itu, koran Wall Street Journal (WSJ) melansir pernyataan beberapa diplomat bahwa AS dan negara-negara sekutunya sedang gencar berupaya mengeluarkan Rusia dari koalisinya dengan Iran yang memandang kebertahanan Bashar al-Assad sebagai harga mati.

Upaya itu terlihat dari sepak terjang negara-negara anti al-Assad itu untuk meyakinkan Rusia supaya menerima penentuan tenggat waktu yang singkat untuk kebertahanan al-Assad.

WSJ juga menyebutkan bahwa Putin sendiri juga berusaha meyakinkan negara-negara Arab bahwa solusi apapun bagi krisis Suriah pasti akan mengurangi pengaruh Iran di Suriah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL