obama - nprWashington, LiputanIslam.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menilai Republik Islam Iran berpeluang untuk menjadi “kekuatan regional yang sangat sukses” karena beberapa alasan, termasuk telantanya yang besar, dan jika ini terjadi maka ini akan membawa maslahat bagi semua pihak, tak terkecuali AS.

Hanya saja, menurut Obama, Iran berpeluang demikian apabila Teheran bersedia menjalin perjanjian yang menyeluruh dan berjangka panjang terkait program nuklirnya. Dia mengatakan bahwa Iran harus merebut kesempatan berupa kesepakatan yang dapat mencabut apa yang disebutnya sebagai sanksi yang melumpuhkan.

“Sebab jika mereka melakukannya maka akan terdapat talenta, sumber daya serta kecanggihan yang luar biasa sehingga akan menjadi kekuatan regional yang sangat sukses dan yang juga mematuhi norma dan undang-undang internasional, dan ini akan menjadi kebaikan bagi semua orang,” ungkapnya dalam wawancara dengan NPR News pada 18 Desember lalu namun baru ditayangkan pekan ini, sebagaimana diberitakan Reuters Senin (29/12).

Berbagai media dunia seperti Telegraph, Huffington Post dan Alalam juga memberitakan pernyataan Obama dalam wawancara tersebut.

Mengenai kemungkinan dibukanya Kedutaan Besar AS di Teheran, Obama menyatakan tidak tertutup kemungkinan pemulihan hubungan negaranya dengan Iran, namun harus bersandar pada beberapa langkah tertentu.

“Saya tidak mengatakan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi untuk selamanya, tapi saya kira hal ini harus melewati beberapa langkah,” ujarnya.

Dia mengakui Iran memiliki kekhawatiran di bidang pertahanan karena pernah mengalami perang dahsyat selama delapan tahun melawan Irak di era rezim Saddam Hossein pada dekade 1980-an , namun AS sangat keberatan terhadap dukungan Teheran kepada Hizbullah dan permusuhannya terhadap Israel.

Dia juga tetap menuduh Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir atau setidak komponen yang diperlukan untuk mengembangkan senjata pemusnah massal ini.

Di pihak lain, Juru Bicara Kementerian Luar Iran Marziyeh Afkham Selasa (30/12), sebagaimana dilaporkan Alalam, menegaskan bahwa perundingan antara Iran dan AS terfokus hanya pada isu nuklir dan sama sekali tidak ada agenda mengenai pembukaan kembali kedutaan besar masing-masing. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL