saudi-ASRiyadh, LiputanIslam.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama tiba di Riyadh, Arab Saudi, Jumat (28/03), sebagai agenda terakhir safarinya enam harinya ke Eropa dan Timteng.  Kedatangannya yang kedua kali ke Arab Saudi itu disambut langsung oleh Raja Abdullah bin Abdulaziz al-Saud.

Berbagai sumber pemberitaan menyebutkan bahwa selain membicarakan perihal perluasan hubungan bilateral, Presiden Obama dan  Raja Abdullah juga membicarakan berbagai isu krusial Timteng seperti krisis Suriah, perkembangan nuklir Iran, konflik Palestina-Israel, dan isu terorisme.

Kantor berita Arab Saudi, SPA, menyebutkan kedua kepala negara itu membicarakan isu-isu penting Timteng, khususnya masalah Palestina dan kondisi Suriah, serta perkembangan situasi global dan sikap dua negara bersahabat Arab Saudi dan AS.

Sedangkan menurut jaringan berita TV al-jazeera, Direktur Pusat Kajian Timteng, Anwar bin Majid Eshqi menilai isu Suriah sebagai tema terpenting pembicaraan Obama dengan Raja Abdullah karena Riyadh kecewa atas ketidak jelasan sikap Washington terhadap krisis Suriah. Menurut Anwar, Obama kemungkinan akan menyampaikan opsi pembiaran Bashar al-Assad sebagai Presiden Suriah dengan beberapa syarat antara lain pemutusan hubungan dengan Iran dan Hizbullah, pembentukan pemerintahan yang melibatkan semua faksi politik, dan pelaksanaan pemilu secara bebas.

Berbeda dengan penilaian Anwar, Deputi Penasehat Keamanan Nasional AS  Ben Rhodes Jumat (28/03) kepada para wartawan menyebutkan soal dukungan politik dan militer kepada oposisi Suriah. “Salah satu isu penting dalam perundingan Barack Obama dengan Raja Abdullah dan para petinggi Arab saudi lainnya ialah dukungan politik dan militer kepada kelompok-kelompok oposisi Suriah,” ujar Ben Rhodes, sebagaimana dikutip al-Alam.

Sedangkan Ketua Pusat Kajian Teluk, Abdul Aziz Saqar mengatakan kepada AFP bahwa isu Iranlah yang menjadi tema utama dalam pembicaraan antara Presiden Obama dan raja Abdullah karena Riyadh merisaukan adanya pendekatan antara Teheran dan Washington.

Hal senada juga dikemukakan jauh hari sebelumnya oleh Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Bernadette Meehan. Sebagaimana dilaporkan al-Jazeera dan al-Hayat, dia mengatakan bahwa Obama akan memberitahu Abdullah perihal perkembangan negosiasi nukir Iran dengan negara-negara yang tergabung dalam Kelompok 5+1. “Iran adalah bagian inti dalam agenda pembicaraan kami dengan mitra-mitra kami di Teluk Persia, dan kami tetap berkomitmen pada keamanan mereka, termasuk dalam solusi diplomatik nuklir Iran,” ujar dia.

Mehaan juga menyebutkan bahwa Obama akan berusaha meyakinkan pemerintah Saudi bahwa Washington tetap berusaha membendung apa yang disebutnya sebagai dukungan Iran kepada terorisme. (mm/aljazeera/skynews/alarabiya/irinn/alalam/alhayat/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL