barack-obamaWashington, LiputanIslam.com –  Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memperkirakan pasukan Irak akan sulit membebaskan Mosul, Irak utara. Namun, di hari kedua operasi pembebasan ibu kota provinsi Nineveh ini pasukan Irak dilaporkan masih relatif lancar bergerak menuju kota ini.

“Saya yakin kita bisa sukses, meskipun itu akan menjadi laga yang berat dan pertempuran yang sulit. Akan ada pasang surut dalam proses ini,” kata Obama saat konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (18/10/2016).

Dia menambahkan, “Kita akan menghancurkan dan mengalahkan mereka sehingga mereka tidak dalam posisi melakukan serangan teroris,” lanjutnya.

Pasukan koalisi internasional pimpinan AS menyokong pasukan Irak dalam operasi militer yang dimulai Senin (17/10/2016) untuk membebaskan Mosul yang diduduki ISIS sejak Juni 2014.

Diperkirakan di sana terdapat sekitar 3000-4500 kombatan ISIS, dan sebelum mencapai kota kedua terbesar di Negeri 1001 Malam ini pasukan pembebasan harus merebut kembali kawasan sekitarnya.

Sejauh ini pasukan Irak dilaporkan terus bergerak maju terutama di dua titik kawasan. Pertama di selatan Mosul di mana pasukan pemerintah pusat Irak bergerak dari pangkalan al-Qayyarah. Kedua di timur Mosul di mana pasukan Kurdistan, Peshmerga, juga terus merangkak maju.

Di front selatan pasukan Irak bergerak lambat di sepanjang sisi Sungai Tigris, mencapai desa Hamam al-Alil dan sudah tersebar di dekat Qarqush, salah satu distrik terbesar yang ditinggali oleh warga Kristen Irak.

Angkasa wilayah itu pekat akibat kepulan asap tebal yang berasal dari kobaran api di sumur-sumur minyak yang terbakar di dekat pangkalan al-Qayyarah, markas pasukan pemerintah.

“Sejumlah besar desa telah dibebaskan, terutama di front selatan dan timur (Mosul),” ungkap jubir pasukan kontra-teroris Irak, Sabah al-Nu’man.

Pasukan koalisi mengaku telah menghancurkan 52 sasaran melalui serangan udara di hari pertama. Mereka menyokong pasukan Irak dengan serangan udara dan pelatihan, dan terdapat pula pasukan khusus AS, Inggris, dan Perancis di lapangan yang bertugas sebagai penasehat militer.

Menhan Perancis Jean-Yves Le Drian menyatakan bahwa pertempuran bisa jadi akan berlanjut beberapa minggu, atau bahkan molor beberapa bulan. Sedangkan sejawat Inggrisnya, Michael Fallon, juga memperkirakan bahwa ISIS akan melakukan perlawanan sengit, tapi dia optimis bahwa kelompok teroris takfiri akan tumbang di Irak.

Perancis dan Irak menjadwal pertemuan tingkat menlu di Paris, Kamis besok (20/10/2016), yang akan dihadiri oleh 20 negara untuk “persiapan bagi masa depan politik Mosul”.

Beberapa lembaga kemanusiaan meminta supaya disediakan jalur-jalur lintasan yang aman bagi warga sipil Mosul yang hendak menyelamatkan diri dari lokasi pertempuran. (mm/afp/wsj/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL