noam chomsky turkiIstanbul, LiputanIslam.com – Ilmuwan dan aktivis politik Amerika Serikat (AS) Noam Chomsky menilai negaranya dan Inggris getol menyokong para diktator Timteng sehingga menjadi kendala terbesar bagi tegaknya demokrasi di wilayah yang selalu dirundung krisis ini.

“Negara-negara yang paling penting bagi AS adalah diktator- diktator minyak. Di tempat-tempat ini, Musim Semi Arab tidak pernah sampai turun ke jalan. Sudah ada yang mencoba, tapi represi itu begitu parah sehingga tidak mungkin,” katanya dalam wawancara dengan koran Turki Hurriyet dan dikutip IRNA, Jumat (30/10).

Profesor linguistik dari Institut Teknologi Massachusetts ini menambahkan, “Di Arab Saudi, yang merupakan negara ekstrimis fundamentalis paling terbelakang di dunia, ketika ada upaya demonstrasi yang sangat ringan sekalipun pasti dihancurkan dengan kekuatan. Penduduk takut turun di jalanan Riyadh. Di Bahrain ada kebangkitan tapi Arab Saudi mengirim pasukan dan menghancurkannya. AS dan Inggris adalah aktor eksternal utama di sana, dan mereka mendukung diktator hingga yang terakhir.”

Ditanya mengenai adanya opini bahwa kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/ISIL/IS/DAISH) diciptakan oleh Barat, Choamsky menganggap opini ini tak masuk akal.

“Saya tahu ada teori konspirasi yang merajalela dan populer di wilayah ini. Tapi ini tidak masuk akal. Memang ada kesan ISIL diciptakan oleh Barat, tapi tidak sengaja… Barat memang menciptakan ISIL, tapi tidak dalam arti bahwa Barat bermaksud demikian,” katanya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL