Moskow, LiputanIslam.com –  Harian Rusia Nezavisimaya Gazeta melalui artikel yang ditulis oleh analis politik Rusia Igor Subbotin menyebutkan bahwa eskalasi militer di provinsi Idlib, Suriah, mulai mengancam Kepakatan Astana yang dicapai oleh segi tiga Rusia, Iran dan Turki.

Dalam artikel berjudul “Aliansi Rusia, Turki, dan Iran Terancam Retak” Subbotin menjelaskan bahwa Turki siap melancarkan operasi militer baru di Suriah utara, bertolak dari pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa pasukan Turki akan menyeberang perbatasan Suriah dan dalam beberapa hari mendatang akan memulai seangan di kawasan Afrin yang dikuasai oleh milisi Kurdi.

Subbotin berpendapat bahwa penguatan pasukan Turki di Suriah berpotensi dilakukan di Idlib di bagian selatan Afrin, sementara di sana tentara Suriah dan sekutunya yang terdiri atas “pasukan Syiah” terus melancarkan tekanan terhadap kelompok yang disebut sebagai “oposisi moderat”.

Menurut Subbotin, para pakar menyatakan bahwa pembagian provinsi Idlib menjadi beberapa kawasan telah disebutkan dalam Perjanjian Astana, dan kawasan timurnya di mana pasukan pemerintah Suriah melancarkan operasi militer merupakan kawasan yang seharusnya bebas dari senjata dan tidak dikuasai oleh pemerintah Suriah. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*