AlQuds, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya siap menyerang Iran di wilayah Iran sendiri jika taruhannya adalah “kelangsungan hidup” Israel sebagai negara Yahudi.

“Garis merah kami adalah kelangsungan hidup kami,” kata Netanyahu dalam sebuah jumpa pers, Rabu (12/12/2018), ketika ditanya apa “garis merah” Israel untuk dapat menyerang wilayah Iran dan bukan lagi menyerang proksinya di Suriah dan Libanon.

Sembari menyebut Iran sebagai negara yang paling berbahaya bagi Israel dia mengatakan, “Kami melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi negara Israel melawan rezim Iran yang secara terbuka menyerukan penghancuran negara Yahudi… Saya tidak mengesampingkan melakukan apa pun yang perlu kita lakukan untuk membela diri.”

Menurutnya, Israel merupakan satu-satunya negara yang militernya “secara langsung berurusan dengan pasukan Iran” melalui serangan udara di Suriah di mana Iran mendukung pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Netanyahu menyebutkan “perilaku agresif” Iran telah membuat negara-negara Arab di Timteng menjadi  lebih dekat dengan Israel, padahal negara-negara itu semula bermusuhan dengan Israel.

“Negara-negara Arab tahu persis bahwa Israel bukan musuh mereka, melainkan mitra yang sangat diperlukan,” katanya, ketika berbicara tentang “hubungan baru antara Israel dan dunia Arab”.

Israel memiliki hubungan diplomatik dengan hanya dua negara Arab, yaitu Mesir dan Yordania, namun belakangan ini berusaha memperluas hubungan regionalnya terutama Arab Saudi.  (mm/raialyoum/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*