netanyahuTelAviv, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu tampak terus meneropong perkembangan proses perjanjian nuklir Iran dengan enam negara terkemuka dunia yang tergabung dalam kelompok P5+1, dan berusaha mengandaskan proses tersebut, termasuk dengan menganggap Barat tidak becus dan memilih langkah mundur di depan Iran.

“Negara-negara Barat yang terlibat perundingan dengan Iran sudah mundur dari garis ketentuan yang tetapkan sendiri sebelumnya,” kecamnya, sebagaimana dikutip situs berita Alahed, Minggu (28/6).

Pernyataan itu dia kemukakan dua hari menjelang berakhirnya tenggat waktu penyusunan perjanjian final mengenai program nuklir Iran.
“Barat tampak sudah mundur secara signifikan dari garis ketentuan mereka sendiri, dan kini mereka siap memberikan konsesi besar kepada Iran,” katanya lagi.

Dia menilai sama sekali tidak ada alasan untuk menjalin “perjanjian buruk yang kian hari kian kian memburuk” dengan Iran. Dia mengingatkan bahwa sampai sekarang masih ada kesempatan bagi Barat untuk mengubah sikapnya terhadap nuklir Iran.

Sementara itu, Perwakilan Tinggi Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Uni Eropa Federica Mogherini mengaku berharap semua kendala dapat teratasi dalam proses menuju kesepakatan menyeluruh mengenai program nuklir Iran, paling lambat tanggal 1 Juni mendatang.

Namun demikian, sebagaimana dilansir Alalam, dalam keterangannya kepada wartawan setibanya di Wina, Austria, Minggu dia juga mengatakan bahwa perundingan berjalan alot, dan masih bisa diperpanjang dua hari lagi jika diperlukan.

“Jika kita memerlukan tambahan dua hari maka kami masih akan melanjutkan dialog,” tuturnya.

“Kita akan fokus pada persoalan-persoalan kebijakan yang masih tersisa, dan kita memerlukan kehendak politik untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam proses menuju kesepakatan yang menyeluruh,” pungkasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL