hezbollah lebanon 2Beirut, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kekuatan Hizbullah meningkat 15 kali lipat, sementara para petinggi militer Israel menegaskan bahwa milisi pimpinan Hassan Nasrallah itu dapat melancarkan serangan terhadap Israel kapanpun mereka menghendakinya.

“Kekuatan Hizbullah sekarang meningkat 15 kali lipat dibanding kekuatannya pada tahun 2006,” ungkap Netanyahu pada acara pembukaan periode musim dingin parlemen Israel, Knesset, sebagaimana dikutip harian Alakhbar, Lebanon, Kamis (30/10). Tahun 2006 adalah tahun terjadi perang Israel-Hizbullah selama 33 hari.

“Hizbullah sekarang memiliki rudal-rudal dan perlengkapan militer dalam jumlah besar dan canggih,” lanjutnya.

Netanyahu kemudian mengritik Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon selatan (UNIFIL).

“UNIFIL yang ditempat di Lebanon selatan sesuai resolusi 1701 tidak dapat menjalankan tugasnya melindungi kami di depan operasi Hizbullah Lebanon,” ujarnya.

Sementara itu, komandan front utara militer Israel Yair Golan menyatakan terjadi kesembangan pertahanan antara Israel dan Hizbullah.

“Perimbangan yang akan berlaku antara Israel dan Hizbullah ialah keseimbangan pertahanan satu sama lain,” kata Golan dalam wawancara dengan radio militer Israel Rabu kemarin berkenaan dengan berakhirnya masa tugasnya di bagian utara Israel.

Dia menambahkan, “Sejauh ini ada tingkat kesabaran dari kedua pihak, namun tidak mungkin satu di antara keduanya akan bertahan berdiam untuk selamanya. Tidak benar bicara hitam putih dalam masalah ini.”

Dia menjelaskan bahwa sejauh ini Hizbullah berusaha supaya wilayah perbatasan tetap tenang, namun pada saatnya nanti jika mereka merasa perlu maka akan melancarkan operasi serangan terhadap Israel.

“Ini merupakan tantangan besar, berbahaya, dan memperbesar kemungkinan terjadinya perang. Karena itu kita harus selalu dalam keadaan siaga,” katanya.

Ditanya mengenai apakah Hizbullah benar-benar mengaktifkan front perangnya terhadap Israel, Golan mengatakan, “Ini bergantung pada kondisi Hizbullah. Jika dirasa perlu, mereka akan mengubah strateginya dengan cepat dan dapat melancarkan serangan besar terhadap Israel dengan dampak yang akan sangat banyak.”

Mengenai perbandingan perang Gaza dengan perang yang akan terjadi antara Israel dan Hizbullah, dia mengatakan, “Ancaman Hizbullah jauh lebih besar daripada ancaman Jalur Gaza. Dua perang ini sama sekali tidak dapat dibandingkan.”

Meski demikian, Golan mengatakan bahwa dalam perang total nanti dengan Hizbullah militer Israel akan berusaha supaya pertempuran tidak berlangsung lama.

“Tidak masuk akal jika untuk mengakhiri perang secepatnya tentara (Israel) tidak memiliki kesiapan. Komando front utara siapa melancarkan serangan cepat dan telak terhadap Hizbullah,” paparnya.

Alakhbar menilai pertanyaan mengenai kemampuan Israel ini sebagai propaganda politik dan perang urat saraf, apalagi disampaikan oleh jenderal Israel sudah atau akan segera pensiun. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL