Nazaret, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyingkap adanya “perkembangan positif” dalam hubungan Israel dengan sebagian negara Arab.

Dalam sebuah pertemuan kajian kitab Injil di kantornya, Kamis malam (17/5/2018), yang diadakan bersamaan dengan sidang darutrat para menlu Liga Arab di Kairo, Mesir, Netanyahu mengatakan, “Saya menyambut baik diskusi anak-anak Ismail (orang-orang Arab) sekarang. Ini merupakan tema penting bagi kami meskipun problema mendasar kami sekarang muncul dari tempat lain.”

Sebagaimana dilansir koran Israel Haaretz dia menambahkan, “Adapun anak-anak Ismail, mereka adalah orang-orang yang telah menghasilkan perkembangan positif bagi kami, yang terkadang tidak diketahui oleh publik, tapi ini mengejutkan.” Dia tidak menjelaskan secara persis perkembangan positif itu.

Menurut literatur Islam dan Yahudi, “Anak-anak Ismail” adalah Arab, yakni bahwa Arab adalah anak keturunan Nabi Ismail AS.

Netanyahu juga mengatakan, “Hal-hal negatif sudah diketahui, sedangkan hal-hal positif sangat minim diketahui. Kita berinteraksi dengan apa yang negatif, tapi di saat yang sama kita juga membahas apa yang positif.”

Sumber-sumber papan atas di Tel Aviv mengatakan kepada Haaretz bahwa apa yang dikatakan Netanyahu itu berkenaan dengan hubungan Israel dengan negara-negara Arab Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, meskipun dia tidak menyebutkan nama negara.

Bersamaan dengan peresmian pemindahan Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds (Yerussalem), pecahnya tragedi terbunuhnya 62 orang Palestina dan lukanya lebih dari 3000 orang lainnya akibat serangan pasukan Israel pada 14-15 Mei lalu, negara-negara Arab Teluk itu malah memberi angin segar kepada Israel dengan menjatuhkan sanksi terhadap para pemimpin Hizbullah, terutama Sekjennya Sayyid Hassan Nasrallah dan Wasekjennya, Syeikh Naim Qasim.  Padahal Hizbullah jelas-jelas kelompok yang paling getol melawan Israel.

Beberapa waktu lalu Menteri Energi Israel Yuval Steinitz kepada Radio Militer Israel Galei Tzahal mengatakan bahwa Israel menjalin hubungan dengan negara-negara Arab “moderat” demi membantu mencegah “ekspansi Iran di Timteng.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*