TelAviv, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pekan ini dia akan memberitahunya bahwa Israel tidak akan pernah menerima keberadaan pasukan Iran maupun pasukan lain yang berafiliasi dengan Iran di bagian manapun di wilayah Suriah.

“Pekan ini saya akan bertolak ke Moskow, dan saya akan mengadakan pertemuan penting (pada Rabu 11 Juli mendatang) dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kami sesekali mengadakan pertemuan demi menjamin kontinyuitas koordinasi keamanan antara kedua pihak, dan tentunya juga membahas perkembangan regional,” ujarnya, Ahad (8/7/2018).

Dia menambahkan, “Dalam pertemuan ini saya akan menjelaskan sekali lagi dua prinsip mendasar. Pertama, kami tidak akan menerima keberadaan pasukan Iran dan pasukan proksinya di bagian manapun di wilayah Suriah, yang dekat maupun yang jauh dengan perbatasan (Israel). Kedua, kami akan meminta Suriah dan tentara Suriah agar menjaga kesepakatan gencatan senjata 1974 dengan segala aspeknya.”

Pasukan Arab Suriah (SAA) yang didukung pasukan Rusia belakangan ini melancarkan serangan udara dan darat secara masif untuk membebaskan berbagai daerah di bagian selatan Suriah dari pendudukan kawanan bersenjata. Sejauh ini sudah banyak daerah yang berhasil dibebaskan oleh SAA.

Israel lantas ketakutan terhadap perkembangan selanjutnya di mana SAA akan merebut kembali daerah strategis Quneitra yang terletak di zona militer Dataran Tinggi Golan yang dibentuk pada tahun 1974 pasca Perang Arab-Israel tahun 1973.

Surat kabar Asharq al-Awsat terbitan Inggris, Ahad, bahwa sedang berlangsung komunikasi intensif segi tiga Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Israel untuk menyusun kesefahaman mengenai Suriah sesuai pernyataan bersama dalam pertemuan puncak Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, Finlandia, pada 16 Juli lalu.

Disebutkan bahwa kesepakatan mengenai Suriah di Helsinki akan menjadi acuan perundingan Trump dengan para sekutunya di Eropa dalam pertemuan puncak Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Helsinki pada 11-12 Juli 2018, dan di London pada 13 Juli 2018, serta pertemuan puncak Putin dan Netanyahu di Moskow pada 11 Juli 2018. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*