netanyahuTelAviv, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pasukan Israel tidak akan menghentikan operasi militernya di Gaza dengan sandi “Protective Edge” sebelum tujuannya terpenuhi.

Rai al-Youm melaporkan bahwa pernyataan itu dilontarkan Netanyahu Kamis (14/8) di sela-sela pertemuannya dengan para ketua parlemen lokal yang berasal dari berbagai wilayah permukiman selatan Israel di dekat perbatasan Jalur Gaza.

Pada kesempatan itu dia juga menuduh Hamas melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menembakkan beberapa roket ke wilayah permukiman Yahudi di bagian selatan Israel sehingga tentara Israel kembali melancarkan serangan ke Gaza. Hamas sendiri sudah membantah tuduhan serupa yang dilontarkan militer Israel sebelumnya.

“Kebijakan kami jelas dan konsisten, kami mereaksi keras bahkan terhadap penembakan roket sekalipun. Kami memulai serangan militer ini adalah demi menguatkan keamanan warga secara keseluruhan,” paparnya.

Dia menambahkan, “Kami tidak akan menghentikan operasi ‘Protective Edge’ sebelum tujuannya tercapai, yakni pulihnya ketentraman dan keamanan bagi warga Israel untuk jangka waktu lama serta adanya kehancuran signifikan pada infrastruktur teroris.”

Menurutnya, tentara Israel telah menunjukkan reaksi keras hingga akhir pekan lalu, dan telah menggempur lebih dari 160 sasaran di setiap wilayah Jalur Gaza sebagai balasan atas penembakan mortir ke wilayah Israel. Dia juga mengklaim pasukan Israel telah menjalankan dengan sempurna misi penghancuran terowongan-terowongan yang hendak dijadikan terobosan oleh militan Palestina untuk menyerang wilayah selatan Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL