TelAviv, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa statemen terbaru ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas alias Abu Mazen telah “membantu” kepentingan Israel karena telah “menyingkap hakikat” pendirian Palestina terhadap proses perdamaian.

“Saya telah mendengar apa yang dikatakan Abu Mazen, yang telah menyingkap kedok dari kenyataan. Dia telah mengangkat topeng dari wajahnya, dan menyingkapnya di depan semua orang mengenai realitas sederhana yang telah saya upayakan selama sekian tahun agar tertanan dalam hati orang, yang intinya ialah bahwa akar konflik antara kami dan Palestina terletak pada penolakan permanen Palestina mengakui negara berbangsa Yahudi, bagaimanapun perbatasannya,” ujar Netanyahu, seperti dilansir koran Israel Yedioth Ahronoth, Senin (15/1/2018)

Dia mengatakan, “Pernyataan Abbas justru membantu kepentingan politik Israel melebihi apapun… Tidak ada perdamaian tanpa pengubahan sikap yang telah dinyatakan Abbas. Masalah ini akan menjadi lebih jelas daripada sebelumnya setelah saya berbicara dengan sejumlah pemimpin dunia… Abbas telah bertindak demikian karena takut terhadap prakarsa damai yang diusung Amerika Serikat  (AS) dan berusaha mengesampingkan AS dari posisinya sebagai mediator dan mengubahnya ke arah lain.”

Pernyataan Netanyahu ini merupakan reaksi terhadap statemen Mahmoud Abbas dalam sidang ke-28 Dewan Pusat Palestina yang mengecam keras sikap Presiden AS Donald Trump terkait dengan konflik Palestina-Israel, terutama setelah dia mengumumkan keputusannya mengakui Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel.

Abbas memastikan Palestina tidak lagi menerima mediasi dan prakarsa damai AS yang dinamai “Deal of The Century” (Perjanjian Abad Ini).

“Telah kami katakan kepada Trump bahwa kami tidak akan pernah menerima prakarsanya. Deal of The Century adalah Slap (tamparan) of The Century, kami tidak akan menerimanya, kami akan menolaknya,” tegas Abbas.

Abbas berjanji akan memperkarakan parlemen Israel, Knesset, di semua forum internasional, dan menyerukan pelaksanaan semua keputusan KTT Liga Arab mengenai Al-Quds.

Dia menuding Israel telah mengakhiri Perjanjian Oslo.

“Kami adalah otoritas tanpa otoritas, berada di bawah pendudukan tapi tanpa (diberi) biaya, dan kami tidak akan menerima bertahan demikian,” tegasnya. (mm/rt/almanar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL