Iran_nuclear_programWina, LiputanIslam.com – Perundingan nuklir Iran tahap keempat dengan Kelompok 5+1 di Wina, Austria, yang dimulai Rabu lalu berakhir Jumat kemarin (16/5/2014). Perundingan itu mengagendakan pembahasan mengenai draf kesepakatan konprehensif yang harus dicapai paling lambat 19 Mei mendatang.

Berbagai sumber menyebutkan perundingan itu berlangsung alot. Namun demikian, sesuai jadwal sebelumnya, kedua pihak masih akan melakukan perundingan hingga tiga tahap lagi paling lambat tanggal 22 Juli mendatang, yakni batas akhir waktu implementasi tahap awal kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya di Genewa.

Tahap ketiga telah dilakukan di Wina pada tanggal 8-9 April dengan agenda membahas semua materi terkait proyek nuklir Iran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marie Harf menilai perundingan nuklir Iran berlangsung serius dan blak-blakan. Dalam pernyataan usai perundingan delegasi AS dengan delegasi Iran Harf juga membantah laporan jaringan berita TV al-Arabiya bahwa perundingan itu kandas. Dia menyebut laporan itu keliru dan tidak benar sama sekali.

Sementara itu, Deputi Menlu Rusia Sergei Ryabkov usai perundingan sesi kedua mengatakan kepada wartawan, “Kedua pihak bekerja keras untuk draf yang komprehensif, namun terkadang tergiring ke pinggiran.” Dia menambahkan, “Suasana yang dominan dalam perundingan tahap ini sudah berubah. Ada upaya-upaya serius untuk pembuatan draf final beserta seluruh dimensinya. Namun yang terpenting ialah bahwa konten perjanjian final tengah dipelajari dengan motivasi yang tinggi, walaupun memang ada perselisihan tentang ini.”

Ryabkov menilai kedua pihak masih optimis akan adanya kesepakatan secara garis besar, dan sebagian rincian perjanjian pada akhirnya sudah disepakati dan membuahkan hasil. “Hanya saja,” lanjut dia, “kami belum melangkah lebih dari ini.”

Di pihak Iran sendiri, seorang pejabat yang ikut hadir dalam perundingan namun tidak ingin disebutkan namanya menilai perundingan berjalan alot. “Kemajuan dalam perundingan berjalan lambat. Agar tidak menyesal di kemudian hari, Barat seharusnya mengakhiri sikapnya yang bertumpu pada ilusi dan informasi-informasi keliru. Barat harus realistis.” ungkap pejabat tersebut, sebagaimana dikutip FNA.

Dia menambahkan bahwa tim perunding Iran terjun ke gelanggang negosiasi dengan segenap kemampuannya untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak legal dan sah bangsa Iran.

Meski mengakui perundingan berjalan alot, namun pejabat itu menyatakan bahwa apa yang dilaporkan sebagian media massa mengenai negosiasi nuklir Iran tidak benar dan invalid.

Seperti diketahui, Barat mencurigai proyek nuklir Iran bertujuan militer, sedangkan Iran berulangkali membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa proyek itu semata-mata untuk tujuan damai sehingga menjadi hak bangsa Iran sebagaimana bangsa-bangsa lain berhak menikmati energi nuklir untuk tujuan damai. Untuk mengatasi problema ini kedua pihak telah beberapa kali melakukan perundingan yang kini sudah melewati tahap keempat, dan masih akan berlanjut hingga tiga tahap selanjutnya. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL