NewYork, LiputanIslam.com –   Para pejuang Hizbullah yang ditempatkan di dekat perbatasan Lebanon dengan Israel pekan lalu menegaskan bahwa mereka mengawasi Israel dan menunggu sinyal untuk menyerang Israel. Demikian dilaporkan Times of Israel, Senin (18/9/2017), mengutip laporan TV NBC News  Sabtu lalu sembari menyebutkan bahwa posisi Hizbullah itu berpotensi melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB 2006 yang mengharuskan pengadaan zona penyangga demiliterisasi antara Israel dan Lebanon.

“Setiap gerakan Israel, kita akan melihatnya,” kata seorang pejuang Hizbullah.

“Di daerah ini semua anggota Hizbullah bersiap hanya untuk mereka … Entah itu orang Israel atau DAESH (ISIS), kami tidak takut kepada siapa pun,” lanjutnya.

NBC News melaporkan bahwa Hizbullah sedang memainkan peranan yang sangat penting di Suriah dan Lebanon hingga dapat mengawasi Israel. Hizbullah bersama tentara Lebanon belum lama ini berhasil menumpas ISIS di wilayah Lebanon hingga perbatasan Suriah sehingga banyak warga kawasan itu memajang poster-poster Hezbollah sebagai pahlawan yang melindungi Lebanon.

Menurut TV yang berbasis di New York, Amerika Serikat ini, tiga tahun setelah ISIS  bercokol di wilayah perbatasan Lebanon, Hizbullah yang melejit di tengah krisis Suriah kini lebih tangguh antara lain karena dukungan intensif Iran kepadanya.

“Semua taktik telah berubah, dan ada kejutan baru sekarang yang akan menyakitkan Israel,” kata pejuang Hizbullah.

“Kami lalui suasana santai, kami bahagia dan kami memiliki semangat tinggi. Kami hanya menanti satu kata (instruksi) untuk masuk (menyerbu) dan membunuh mereka (kaum Zionis Israel)”, imbuhnya.

Terakhir dia menegaskan, “Akan salah besar jika Israel kembali masuk ke Lebanon, dan insya Allah tanah pendudukan (Palestina) akan bebas.” (mm/ timesofisrael/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL