pakistan iran turkiIslamabad, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menyatakan negaranya dan Turki meminta Iran terlibat dalam perundingan mengenai penyelesaian krisis Yaman.

“Pakistan dan Turki telah mengadakan pembicaraan mengenai solusi diplomatik untuk persoalan Yaman, dan keduanya meminta Iran bergabung dalam pembicaraan ini,” ungkap Sharif dalam sidang parlemen Pakistan yang membicarakan desakan Arab Saudi supaya Pakistan mengirim pasukan dan perlengkapan militer untuk menggempur Yaman, Senin (6/4/2015), sebagaimana dikutip situs berita Fars yang berbasis di Iran, Selasa (7/4/2015).

Dalam sidang itu Sharif mengakui Islamabad telah diminta Riyadh supaya mengirim peswat, kapal perang dan pasukan darat untuk menyerbu Yaman. Namun mayoritas anggota parlemen menunjukkan sikap keberatan dan tidak menghendaki krisis Yaman diseret ke konflik sektarian.

Sharif mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini Malaysia dan Indonesia juga akan terlibat dalam upaya penyelesaian konflik Yaman.

Peranan Oman

Harian Gulf News (GN) menyebut Oman sebagai negara yang bisa menjadi jembatan penghubung antara Iran di satu pihak dan negara-negara Arab dan Barat di pihak lain.

“Negara-negara Arab selalu tegang dengan Iran, tapi Muskat berhasil menjalin hubungan baik dan kokoh dengan Teheran,” tulis GN.

Harian terbitan Uni Emirat Arab ini menambahkan bahwa di bawah komando Saudi, negara-negara Arab terlibat persaingan pengaruh di Timur Tengah dan kawasan Teluk Persia. Dalam konteks ini, meskipun ada kemungkinan sebagian negara Arab anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) kesal terhadap Muskat karena kokohnya hubungan Oman dengan Iran, namun para pengamat memperkirakan Muskat dapat andil sebagai jembatan penghubung Iran dengan negara-negara Arab dan Barat.

Sebelumnya, Teheran sudah melirik Muskat untuk peranan tersebut.

Wakil Menlu Iran Morteza Sarmadi menyatakan Iran mendukung penyelenggaraan dialog nasional Yaman di negara netral semisal Oman.

“Kami berharap ada dialog yang melibatkan semua kelompok politik di Yaman, karena tidak ada satupun pihak yang dapat berkuasa dan menang sendirian,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Alalam.

Oman dalam perundingan nuklir Iran dengan negara-negara P5+1 juga memainkan peranan yang cukup signifikan. Oman juga merupakan satu-satunya negara anggota GCC yang menolak ajakan Saudi untuk mengeroyok Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL