Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah mengatakan tak ada angka pasti mengenai berapa jumlah teroris ISIS dan keluarga mereka yang terkepung di zona operasi Hizbullah dan tentara Lebanon di kawasan pegunugan Arsal, Lebanon, dan Qalamaoun, Suriah.

Dalam sebuah pidato televisi, Kamis (24/8/2017), dia menegaskan bahwa semua pihak menghendaki adanya negosiasi di kawasan Arsal, tapi pimpinan ISIS “tampak tidak mementingkan keluarnya pasukan mereka dengan aman dari zona operasi itu.”

Dia menambahkan bahwa semua faktor kemenangan total dan secepatnya sudah terpenuhi sehingga hanya menunggu waktu, namun dia juga tidak menentukan secara persis kapan pertempuran akan berakhir di kawasan Lebanon dan Suriah itu, “karena ISIS bisa jadi akan kembali menggunakan warga sipil untuk melakukan sesuatu yang mungkin dapat menunda kesuksesan operasi di pegunungan Arsal.”

Dia memastikan bahwa apa yang telah dicapai di kawasan Lebanon dan Suriah sangat besar dan dengan resiko kemanusiaan dan materi yang seminimal mungkin, dan tentara Lebanon juga telah bertindak secara cermat, profesional, dan minim resiko dalam berbagai tahap pertempuran.

Menurut Nasrallah, kawasan Lebanon seluas 20 km persegi berhasil dibebeaskan oleh pasukan Hizbullah di awal pertempuran di Qal’at al-Hisn dan bahkan di pintu perbatasan al-Zamrani, sementara tentara Lebanon berhasil membebaskan kawasan seluas 100 km persegi dan tersisa hanya 20 km persegi.

Di kawasan Suriah, lanjutnya, tentara Suriah dan Hizbullah menguasai kawasan seluas 270 km persegi hingga tersisa 40 km persegi.

Mengenai perkembangan pertempuran, Sekjen Hizbullah mengatakan, “Kawanan bersenjata ISIS telah terkepung di tengah zona operasi militer seluas 20 km persegi di wilayah Lebanon, dan 40 km persegi di wilayah Suriah, tepatnya di dataran tertinggi Halimah Qarah dan perbatasan Lebanon, dan perbatasan Lebanon-Suriah melintas di kawasan puncak yang kami upayakan pembebasannya itu.”

Dia menjelaskan, “Dalam operasi yang berlangsung di Qalamoun, Suriah, sejumlah teroris terbunuh dan beberapa di antara mereka juga menyerah, baik kepada tentara Suriah maupun pejuang Hizbullah, namun gambar semua orang yang menyerah tidak dipublikasi demi komitmen moral terhadap mereka.”

Dia menambahkan bahwa perundingan sedang dilakukan dengan pimpinan ISIS di Qalamoun dan berlangsung di wilayah Suriah sesuai permintaan mereka, namun tak ada gencatan senjata sebelum dicapai kesepakatan. Perundingan ditujukan untuk merealisasi tujuan operasi militer di wilayah Lebanon maupun Suriah, dan syarat utama kesepakatan dengan ISIS ialah penyingkapan nasib sejumlah tentara Lebanon yang terculik serta pemulangan mereka. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL