Beirut, LiputanIslam.com –   Sekjen Hizbullah Lebanon Sayyid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa apa yang terjadi di kawasan Timteng pada prinsipnya adalah proyek Amerika Serikat (AS) yang telah gagal di Irak dan Lebanon dan juga akan segera kandas pula di Suriah. Dia juga menegaskan bahwa kawasan ini akan aman dan damai jika Saudi berhenti menyokong kelompok-kelompok ekstrimis Salafi/Wahabi.

Pada momen peringatan seminggu gugurnya sejumlah martir Hizbullah, dia juga menjelaskan bahwa problema AS dengan Iran terletak bukan pada proyek nuklir Iran melainkan pada penggagalan rencana AS-Saudi.”

Nasrallah mengatakan bahwa keamanan dan kedamaian regional akan terwujud jika Saudi diam dan berhenti menyokong kelompok-kelompok teroris Wahabi, dan Saudi bersama Israel adalah pihak yang tidak menginginkan terciptanya kedamaian di Timteng, sedangkan Hizbullah yang diancam oleh Israel, AS, dan Saudi justru merupakan bagian dari pihak yang mengupayakan keamanan dan perdamaian yang sejati untuk bangsa-bangsa Timteng.

Statemen Nasrallah ini merupakan tanggapan atas pernyataan Menteri Arab Saudi Urusan Teluk Persia, Thamer al-Sabhan, mengenai Hizbullah di hari yang sama.  Melalui akun Twitternya al-Sabhan mencuit, “Sanksi AS terhadap golongan (hizb) milisi teroris di Lebanon ini bagus, tapi solusinya adalah aliansi internasional yang tegas untuk menghadapi mereka dan sekutunya demi mewujudkan keamanan dan perdamaian regional.”

Menurut Nasrallah, dalam pernyataan al-Sabhan terdapat sisi “positif” karena mengandung “pengakuan implisit atas Hizbullah sebagai kekuatan regional yang tak dapat dihadapi kecuali dengan aliansi internasional yang tegas sekaligus pengakuan bahwa sanksi AS terhadap Hizbullah bukanlah solusi yang bisa diandalkan.”

“Hizbullah terlampau besar untuk menghadapi al-Sabhan dan para juragannya dengan aliansi lokal di Lebanon, karena itu dia menyerukan aliansi internasional…. Saudi dan para penguasanya tak dapat berbuat sesuatu. Mereka hanya dapat melakukan serangan propaganda,” ungkap Nasrallah.

Dia menambahkan, “Sekarang kami memiliki darah dan pedang dalam perang yang kami yakini, dan poros kita sekarang lebih tangguh dibanding sebelumnya.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL