Nasrallah: Hezbollah stronger, resistance only choiceBeirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah menyatakan bahwa Arab Saudi gencar menebar fitnah di tengah umat Islam di seluruh penjuru dunia.

“Sejak 19 Februari 2016 kita memasuki babak baru konflik politik dan propaganda yang digencarkan oleh Saudi. Telah beredar pernyataan tak jelas sumbernya namun jelas latar belakangnya, yang berbicara tentang adanya niat Hizbullah untuk memasuki kawasan-kawasan yang berbau sektarian tertentu; pernyataan untuk mengencangkan gempita fitnah, dan ada orang yang bermaksud menggunakan iklim baru untuk menciptakan fitnah antara Syiah dan Sunnah,” ungkap Nasrallah dalam sebuah pidato yang disiarkan TV al-Manar, Selasa malam (1/3).

Menurutnya, channel-channel televisi yang menjadi corong Saudi sengaja menebar rumor antara lain bahwa di beberapa kawasan Lebanon terjadi kontak senjata yang menjatuhkan beberapa korban, dan rumor ini ditujukan untuk menyudutkan Hizbullah dan menciptakan ketakutan terhadap Hizbullah.

Dia menegaskan bahwa sikap Hizbullah sudah jelas mengenai Suriah, Yaman, Bahrain dan lain-lain, dan sesuai dengan fatwa Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Grand Ayatullah Ali Khamenei, penistaan terhadap simbol-simbol Islam serta mazhab Syiah dan Sunni hukumnya haram. Karena itu dia meminta semua pihak di dunia maya supaya menghindari penistaan simbol-simbol tersebut karena hal itu akan merongrong persatuan Islam dan menguntungkan musuh.

Nasrallah memastikan bahwa sebagaimana Israel, Saudi gencar mengadu domba Sunni dan Syiah.

“Israel, Saudi dan beberapa pihak lain bermaksud menciptakan fitnah antara Sunni dan Syiah di Lebanon, Irak, Afghanistan, Nigeria, Bahrain dan Indonesia. Apakah kita harus melayani tujuan ini?,” katanya.

Nasrallah menyayangkan aksi-aksi demo anti Saudi yang dilakukan para pemuda Lebanon akibat penghinaan media Saudi terhadap Hizbullah. Menurutnya, penghinaan itu tidak sedemikian penting untuk diladeni.

Dia menjelaskan bahwa setelah pemerintah Saudi menghukum mati ulama Syiah Saudi Syeikh Nimr al-Nimr pun Hizbullah bahkan melarang para simpatisannya menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Saudi di Beirut.

“Kami tidak mengizinkannnya karena kami tidak ingin kepergian ke depan Kedubes Saudi menimbulkan fitnah yang justru menguntungkan para pembunuh Syeikh al-Nimr,” tuturnya, seperti dikutip IRNA.

Mengenai Perang Yaman, Nasrallah menegaskan bahwa Hizbullah tidak akan diam karena, menurutnya, rakyat Yaman tak kalah tertindasnya dengan rakyat Palestina, namun khalayak dunia bungkam. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL