nasrallah 2Beirut, Ramallah, LiputanIslam.com – Sekjen gerakan Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah, menegaskan bahwa pemimpin perang yang sedang berkobar di Timteng sekarang bukanlah pemimpin kelompok teroris ISIS Abu Bakar al-Baghdadi ataupun pemimpin kelompok teroris Front al-Nusra Mohammad al-Julani maupun Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, melainkan Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana dilansir Alalam, Nasrallah dalam pidatonya pada peringatan malam Asyura (Baca juga: Peringatan Hari Asyura, Jutaan Orang Banjiri Kota Karbala) juga menyatakan bahwa perang itu juga bukan demi menegakkan demokrasi dan menggulirkan perubahan, melainkan demi menghukum orang-orang yang pantang menyerah kepada AS dan telah menggagalkan agenda-agenda Washington.

Karena itu, menurut Nasrallah, apa yang menjadi hajatan AS sekarang ialah mengagitasi dan mengadu domba umat Islam agar terjerumus dan terjebak dalam perang sektarian atau bermotif mazhab.

Sekjen Hizbullah mengingatkan bahwa pihak yang menjadi sasaran agitasi dan perang AS, baik secara langsung maupun tidak langsung, adalah negara-negara yang ingin kuat di kawasan Timteng.

“Karena itu, dukungan AS kepada para diktator yang paling congkak dan rezim yang paling korup di Timteng menjadi bukti nyata bahwa seruan demokrasi AS hanyalah dusta dan tipu daya belaka,” katanya.

Nasrallah menilai perang yang terjadi di Suriah dan Irak sebagai perang yang sama tetapi berbeda bentuk.

“Semua pertempuran yang terjadi di kawasan kita sama-sama dikelola oleh AS, sedangkan rezim-rezim yag ada di kawasan ini adalah alat perang AS terhadap Irak, Suriah dan Yaman. Mereka berharap perang ini menjadi bermotif sektarian, tapi harapan ini gagal berkat kecerdasan umat Islam,” ungkapnya.

Mengenai Israel, dia menyebut rezim penjajah Palestina itu sebagai alat Washington untuk berdominasi di Timteng.

“Israel bukanlah proyek, melainkan alat untuk menjalankan proyek AS untuk menguasai kawasan kita. Karena itu dalam proyek AS di kawasan ini tidak boleh ada negara Arab atau Islam yang tangguh,” tegasnya.

Hizbullah yang berbasis di Lebanon adalah kelompok pejuang Arab Timteng yang paling tangguh melawan Israel. Kelompok yang banyak menimbun rudal dan sudah berulangkali berperang dengan Israel serta selalu siap menyongsong perang serupa juga kerap disebut-sebut sebagai perpanjangan tangan Iran dalam perang melawan rezim penjajah Palestina tersebut. Keberadaan kelompok tangguh ini di Lebanon juga membuat kelompok-kelompok teroris ISIS dan Front al-Nusra tak berdaya untuk mengobrak-abrik Lebanon. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL