nasrallah 2Beirut, LiputanIslam.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) gerakan Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah, menegaskan bahwa kesuksesan pemilu di Suriah membawa pesan tegas mengenai kegagalan ambisi yang hendak diraih melalui perang yang dipaksakan terhadap Suriah.

“Siapapun tidak dapat mempertanyakan partisipasi luas rakyat Suriah dalam pemilu… Pemilu ini membawa satu pesan bahwa perang terhadap negara ini telah gagal,” ungkap Nasrallah dalam pidatonya pada acara mengenang pendiri Institusi Islam untuk Pendidikan, SyeikhMustafa Kassir, di Beirut Jumat (6/6/2014).

Sekjen gerakan yang berbasis di Lebanon ini menyatakan bahwa kalangan yang menolak pemilu Suriah dan sejak jauh hari menyebut pemilu itu sebagai “lelucon” pada hakikatnya berusaha merampas kehendak dan aspirasi rakyat Suriah.

Nasrallah mengingatkan bahwa pemilu Suriah telah sukses dengan gemilang dan menjadi prestasi besar bagi negara ini, walaupun kubu oposisi mewanti rakyat agar memboikot pemilu dan menakut-nakuti mereka dengan kemungkinan terjadinya ledakan bom di lokasi-lokasi pemungutan suara.

Menyinggung dahsyatnya partisipasi rakyat Suriah dalam pemungutan suara di Kedutaan Besar Suriah di Beirut, Nasrallah menyebutkan bahwa dinas-dinas rahasia dunia sebenarnya sudah memprediksi bahwa partisipasi rakyat Suriah akan sangat besar dalam pemilu, karena itu sebagian negara antagonis sengaja berusaha menggagalkan pemilu Suriah.

“Pemilu Suriah telah membuktikan kesatuan negara ini, kesolidan pemerintah serta solidaritas, resistensi dan tekad rakyat untuk tidak membiarkan masa depannya diatur oleh negara-negara lain… Pemilu suriah membuktikan dukungan besar rakyat kepada pemimpin negaranya, dan bahwa perang yang terjadi di negara ini sama sekali bukan konflik antara pemerintah dan rakyatnya,” lanjut Nasrallah.

Menurut Nasrallah, pemilu Suriah merupakan satu deklarasi rakyat bahwa misi perang terhadap Suriah telah gagal dan bahwa siapapun yang menginginkan solusi diplomatik di Suriah tidak bisa mengabaikan kesuksesan pemilu dan kemenangan Bashar al-Assad.
“Pemilu Suriah menegaskan bahwa solusi diplomatik harus dibuka dan ditutup bersama al-Assad,” tegasnya.

Menyinggung aksi kaum takfiri di Suriah dia menyatakan penghentian bantuan kepada kelompok-kelompok takfiri akan sangat membantu redanya perang di Suriah.

Dia menyinggung kubu oposisi Suriah. “Kepada semua kelompok bersenjata saya mengatakan bahwa perang kalian di Suriah tidak memiliki prospek apapun kecuali kerusakan dan pertumpahan darah,” ujar Nasrallah.

Dia menyerukan kepada semua kelompok oposisi bersenjata supaya memilih jalur rekonsiliasi, dialog dan penghentian pertumpahan darah karena jalur ini tidak akan menguntungkan siapapun.

Dalam pidatonya Nasrallah juga menyinggung perkembangan situasi politik di Lebanon sendiri. Dia antara lain menepis anggapan bahwa kelompok Hizbullah dan Gerakan Amal telah menjadi biang kemacetan proses pemilihan presiden negara ini. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL