Beirut, LiputanIslam.com –   Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa apa yang terjadi kawasan pesisir Barat Yaman merupakan suatu keajaiban yang dialami oleh para pejuang Yaman dalam perang melawan pasukan koalisi agresor pimpinan Arab Saudi yang didukung kekuatan-kekuatan besar Barat. Dia juga mengapresiasi pemerintah baru Malaysia atas keputusannya keluar dari koalisi pimpinan Saudi.

“Para mujahidin di pesisir Barat telah merealisasikan semboyan ‘Tancapkan pijakanmu di tanah niscaya gunungpun akan musnah sedangkan kamu tetap ada’,” ujar Nasrallah, Jumat (29/6/2018).

Dia menambahkan, “Kami harus merunduk sebagai tanda hormat kepada para pejuang di pesisir barat beserta para pemimpin mereka yang bijak dan muhajid. Saya merasa malu karena saya tidak bersama para pejuang Yaman di pesisir barat. Saya berulang kali berkata dalam hati ketika melihat para pejuang gagah berani di pesisir barat; ‘Alangkah baiknya seandainya saya dapat menjadi bagian dari para pejuang kalian di bawah bendera pemimpin kalian yang pemberani. Setiap orang yang terhormat di bumi ini berkata demikian.”

Hassan Nasrallah menjelaskan, “Pertempuran di pesisir barat merupakan pelajaran besar yang menambah daftar prestasi besar di Lebanon, Palestina, dan lain-lain… Pertempuran di Hudaydah terjadi antara persenjataan, jet-jet tempur, fasilitas, dan komando besar di satu pihak dan sebuah bangsa yang memiliki tekad dan bertawakkal kepada Allah di pihak lain.”

Menurutnya, apa yang terjadi dalam perang untuk bandara dan kota Hudaydah serta kawasan sekitarnya telah menjadi skandal bagi kubu Saudi dalam dua bentuk; satu dalam konteks militer di lapangan, dan yang lain dalam konteks media dan pemberitaan. Sebab, kubu Saudi berulangkali menyatakan bahwa Bandara Internasional Hudaydah telah jatuh ke tangan mereka, tapi kemudian terbukti bahwa klaim itu tidak benar.

Nasrallah memuji keputusan kepala pemerintahan baru Malaysia Perdana Menteri Mahathir Mohammad dan Menhan Mohammad Sabu atas keputusan negara ini keluar dari pasukan koalisi pimpinan Saudi.  Dia meminta pemerintah Sudan agar mengikuti langkah Malaysia, apalagi tak ada prospek yang cerah dalam perang Yaman bagi kubu Arab Saudi dan Uni Emirat Arab karena tekad rakyat Yaman dalam mempertahankan negara sudah sangat bulat dan pantang menyerah.

Lebih jauh, Nasrallah membantah klaim kubu Saudi bahwa dalam perang Yaman terdapat anggota Hizbullah yang terbunuh.

“Musuh-musuh Yaman beberapa hari lalu menyatakan bahwa akibat pemboman di Sa’dah telah jatuh delapan syuhada Hizbullah yang sebagian di antaranya komandan. Mereka semula mengatakan bahwa delapan orang Hizbullah telah ditawan, tapi mereka kemudian merevisi kabar penawanan ini dengan kabar keterbunuhan… Saya tidak menegasi ataupun mengkonfirmasi bahwa kami memiliki orang di Yaman, dan baik kami ada ataupun tidak, sungguh kabar adanya syuhada itu dusta belaka,” paparnya.

Dia melanjutkan, “Seandainya suatu hari Hizbullah memiliki syuhada di Yaman maka kami tidak akan menyembunyikannya. Alih-alih malu kami justru akan berbangga dengannya. Kami malu bukan karena telah jatuh syuhada, melainkan malu karena tidak memberikan bantuan yang diminta untuk penduduk Yaman.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*