Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menilai Wakil Putera Mahkota merangkap Menteri Pertahanan Arab Saudi Mohammad Bin Salman telah menyulut perang sektarian ketika berbicara tentang Imam Mahdi.

Menurut Nasrallah, pernyataan Bin Salman itu merupakan perpanjangan lidah Dewan Ulama Besar Saudi, dan dia bermasalah dengan Iran karena Iran menantikan kemunculan Imam Mahdi, juru selamat umat manusia di akhir zaman.

“Semua orang mengetahui bahwa Imam Mahdi akan keluar dari Mekkah, bukan dari Teheran, ataupun Damaskus maupun Beirut.  Ini harus dibudayakan secara keagamaan, dan tema Imam Mahdi telah disepakati oleh umat Islam dan bukanlah tema Syiah,” ujarnya.

Dia kemudian melontarkan pernyataan pedas terhadap rezim Arab Saudi bahwa sasaran yang akan diberantas oleh Imam Mahdi antara lain adalah penguasa-penguasan zalim, termasuk dinasti al-Saud.

“Kepada Wakil Putera Mahkota Saudi saya tegaskan bahwa keluarnya Imam Mahdi merupakan keyakinan solid seluruh umat Islam. Beliau akan keluar dari Mekkah al-Mukarramah, dan ketika beliau keluar maka tidak akan ada lagi raja zalim dan emir diktator. Beliau akan memenuhi dunia dengan keadilan setelah dunia terpenuhi dengan kezaliman dan kerusakan. Kamu maupun bapak-bapak dan kakek-kakekmu tidak akan bisa mengubah kenyataan ini,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu Bin Salman mengecam keyakinan Iran berkenaan dengan keyakinan Mahdisme yang dianut negara Republik Islam ini.

“Mereka (Iran) ingin menguasai dunia Islam, dan logika mereka ialah menyiapkan lingkungan yang subur bagi kehadiran al-Mahdi yang dinantikan,” ujarnya.  (mm/alalam/alarabiya)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL