يا حكام السنة، علاقاتكم مع "اسرائيل" لصالح من؟Beirut, LiputanIslam.com- Sekjen Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah menilai ada kesamaan jargon-jargon yang digunakan oleh Rezim Zionis Israel dengan beberapa jargon yang diangkat oleh media Arab, terutama Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk Persia lainnya.

Sebagaimana dilansir al-Ahed, Rabu (17/2), Nasrallah dalam pidatonya pada acara haul para pemimpin syuhada Hizbullah menyatakan bahwa Israel sekarang sedemikian bernyali sehingga tak segan-segan menampil dirinya bersahabat dan bersekutu dengan Ahlussunnah, dan ini mendapat sambutan baik dari beberapa negara Arab dan menimbulkan perkembangan di mana beberapa hubungan Israel dengan mereka yang semula tersembunyi di balik meja kini terangkat ke atas meja, dan apa yang semua dinyatakan di ruang tertutup kini diungkapkan secara terbuka di atas podium dan terekspresi jelas dengan aksi saling peluk dan jabat tangan.

“Kita mendapatkannya di Munich dan di lain tempat, (dilakukan) bersama orang-orang Saudi, beberapa negara Teluk dan sebagian negara Arab lain,” ujar Nasrallah.

Dia kemudian mengatakan, “Izinkan saya untuk berbicara sedikit dengan logika ini, yakni saya berbicara tentang Ahlussunnah dan dengan Ahlussunah.  Apa yang telah dilakukan oleh kaum Zionis terhadap Ahlussunnah sejak Palestina diduduki sampai sekarang? Apakah Ahlussunnah bersedia memiliki sahabat seperti Israel? Apakah Anda bersedia bersahabat dengan pihak yang menduduki tanah Sunni? Apakah Anda bersahabat dengan rezim yang telah melakukan pembantaian yang paling mengerikan terhadap Ahlussunnah? Siapa yang mencegah orang Palestina kembali ke kampung halaman dan rumah mereka? Siapa yang menodai Masjid al-Aqsa dan Haram Ibrahim? Berapa banyak Zionis menyerang Gaza dan menghancurkan rumah-rumah di sana?”

Nasrallah melanjutkan, “Wahai para pejabat dan rezim-rezim Arab, apakah Anda mau bersahabat dengan pihak yang masih menduduki tanah Sunni… Mayoritas mutlak penduduk Palestina adalah Ahlussunnah. Tanah, negeri, ladang, kota, dan desa mereka diduduki oleh Zionis. Apakah Anda bersahabat dengan dengan rezim yang melakukan pembantaian paling mengerikan dalam sejarah terhadap Ahlussunnah, dari Deir Yasin hingga tempat dan desa-desa lain  yang dihancurkan. Ada puluhan ribu orang yang dibunuh, jutaan orang dipaksa mengungsi di dalam wilayah Palestina sendiri. Jutaan orang hidup dengan kondisi yang terburuk di musim-musim dingin. Siapa yang terus menerus mengusir mereka? Siapa yang melarang jutaan orang Palestina kembali ke kampung halaman, rumah dan ladang mereka?”

Nasrallah mengingatkan, “Pelakunya adalah kaum Zionis yang telah menodai kesucian umat Islam, merampas Haram Ibrahim, menistakan kehormatan Masjid al-Aqsa yang –kalau ditinjau dengan kategorisasi kemazhaban- juga merupakan bagian dari wakaf Sunni, yang walaupun sebenarnya merupakan salah satu tempat suci seluruh umat Islam namun secara undang-undang merupakan wakaf Sunni. Zionis menduduki dan menodai wakaf-wakaf ini. Setiap hari Israel melancarkan perang terhadap Gaza sampai sekarang. Gaza inilah yang berpindah-pindah dari perang ke perang. Jumah rumah yang masih hancur ribuan. Ada puluhan ribu syuhada Palestina dalam beberapa tahun ini. Setiap hari ada pembunuhan keji terhadap pemuda dan pemudi, anak kecil, dan lansia Palestina, dan ini terjadi di depan mata Arab, umat Islam dan para penguasa yang secara dusta mengaku bagian dari Ahlussunnah. “

Sekjen Hizbullah blak-blakan menyebut para penguasa Arab itu bodoh sehingga menjadi antek musuh dan kemudian mencari-cari musuh di tempat lain.

Dia menegaskan, “Musuh bernama Israel inilah yang telah membantai bangsa Palestina dari masa ke masa di depan mata para penguasa Arab. Lantas bagaimana mungkin orang Ahlussunah yang berakal sehat menampilkan Israel sebagai sahabat, sekutu dan pendukungnya? Apa gerangan kedustaan dan tipu daya yang dijalankan oleh media Arab ini? Para penguasa Arab itu hasud, bodoh dan menjadi antek lalu membuat-buat musuh-musuh lain.”

Dia menambahkan, “Jika Israel adalah musuh kemudian mereka (para penguasa Arab) tidak memeranginya untuk merebut hak (yang dinistakan Israel), lantas apakah mereka akan memerangi Israel dengan statusnya sebagai sahabat, sekutu dan pendukung?”

Nasrallah kemudian menyerukan keharusan melawan suatu proyek di mana Israel merasa menemukan kesempatan untuk membangun hubungan dengan negara-negara Arab.

Dia berseru, “Siapa yang membuka pintu di depan Israel maka semua orang wajib menolak tipu daya dan konspirasi ini… Mengukuhkan Israel sebagai mitra atau sahabat bagi Arab tak lain adalah pengabaian terhadap Palestina.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL