nasrallah 2Beirut, LiputanIslam.com –   Sekjen Hizbullah, Lebanon, Sayyid Hassan Nasrallah, Jumat (23/12/2016), menyebut perang Aleppo sebagai perang paling berat di Suriah, namun kawanan bersenjata akhirnya kalah berkat kesolidan dan muqawamah para pejuang Suriah, dan selanjutnya bahaya teroris menyengat negara-negara pendukungnya sendiri.

Dia menjelaskan bahwa perang Aleppo terhitung paling berat di Suriah antara lain karena di situ terdapat puluhan ribu kawanan bersenjata yang ratusan di antaranya adalah pembawa misi serangan bom bunuh diri.

Sayyid Nasrallah juga mengatakan bahwa perang pasukan Surian dan sekutunya di sana bukan hanya melawan kelompok-kelompok pemberontak bersenjata, melainkan juga kawanan teroris yang datang dari berbagai negara.

“Mereka yang kalah di Aleppo beralasan mereka kalah karena minimnya dukungan yang mereka terima, mereka berdusta, kawanan bersenjata itu menerima dana milyaran dolar dan ratusan ton senjata dan perlengkapan perang untuk dukungan,” ujarnya.

Menyinggung serangan teror mematikan di kota Karak, Yordania, Nasrallah mengingatkan pemerintah Amman supaya menjadikannya sebagai pelajaran sehingga tidak lagi menyokong teroris di Suriah karena pada akhirnya teroris membawa celaka bagi siapapun, termasuk pemeliharanya.

Dia kemudian menyebutkan negara Turki yang dua tentaranya telah dibakar hidup-hidup oleh ISIS belum lama ini. Menurutnya, Turki telah diperlakukan demikian padahal negara ini paling besar dukungannya kepada ISIS. (Baca: ISIS Sebar Video Pembakaran Hidup-Hidup Dua Tentara Turki )

“Tak ada negara sebesar Turki dalam membantu ISIS. Tak ada yang meragukan peranan Turki dalam menyusupkan ISIS ke Irak dan Suriah, tapi sekarang justru terjilat sendiri oleh api para takfiri. Meski demiklian, sampai sekarang Ankara belum mengambil pelajaran sehingga masih saja membantu ISIS, di Suriah memerangi ISIS, tapi di Mosul mendukungnya,” tegas Nasrallah sembari meminta Turki berhenti menggunakan standar ganda.

“Segala sesuatu telah diberikan oleh negara-negara penyokong teroris di Suriah kecauli anak-anaknya sendiri untuk berperang,” tuturnya.

Dia menambahkan, “Apa yang diberikan dunia untuk menyokong kawanan bersenjata di Suriah jauh di atas apa yang diberikan oleh dunia Arab untuk masalah Palestina.”

Lebih lanjut dia membandingkan ISIS dengan pemerintah Suriah. Ketika ISIS menguasai suatu kota maka jangan harap penduduknya bisa keluar dari kota ini dalam keadaan selamat, sedangkan pemerintah Suriah justru memperkenankan kawanan bersenjata itu keluar dari Aleppo, lengkap dengan senjata mereka.

“Meski demikian, mereka malah menyebut pemerintah Suriah liar,” sesalnya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL