nasrallah bent jbeilBeirut, LiputanIslam.com – Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah, menegaskan bahwa keterlibatan gerakan bersenjata ini dalam perang di Suriah tidak mempengaruhi kemampuannya untuk berperang melawan Rezim Zionis Israel. Hal ini dia ungkapkan dalam wawancara panjang lebar dengan harian al-Akhbar terbitan Beirut, Lebanon, yang rencananya akan dilansir hari ini, Kamis (14/4) untuk momen peringatan delapan tahun kemenangan Hizbullah dalam perang melawan Israel tahun 2006.

“Keberadaan Hizbullah di Suriah sama sekali tidak mempengaruhi program-program dan persenjataannya untuk konfrontasi dengan kaum Zionis. Sekarang kami membela negara dan perbatasan kami dengan Suriah sebagaimana kami dulu mempertahankan perbatasan kami di wilayah selatan,” kata Nasrallah, sebagaimana dikutip IRNA, Rabu (13/8).

Dia menilai posisi Hizbullah kini semakin solid berkat meningkatnya dukungan berbagai kalangan di Lebanon kepada keterlibatan Hizbullah dalam perang Suriah.

“Banyak orang yang semula menentang keterlibatan Hizbullah di Suriah kini telah mengubah pendiriannya,” tuturnya.
Dia juga mengingatkan bahwa Hizbullah adalah gerakan perlawanan (muqawamah) terhadap Israel, namun ada pihak-pihak tertentu yang bermaksud mengesankan Hizbullah sebagai partai sektarian Syiah Arab.

“Kami adalah muqawamah, tetapi ada sebagian orang menghendaki kami menjadi partai Syiah Arab,” katanya sembari menegaskan bahwa Hizbullah tidak mengenal “garis merah” dalam “perang keamanan” melawan para pengacau (ekstrimis bersenjata di Suriah).
Dia juga menyinggung perang Gaza dan menyatakan bahwa para pejuang Palestina di Jalur Gaza berhak meraih kemenangan hakiki.

Dalam wawancara panjang lebar dengan al-Akhbar pemimpin Hizbullah itu telah menjawab berbagai pertanyaan seputar perkembangan situasi internal Lebanon dan regional Timur Tengah serta berbagai persoalan sosial hingga mengenai kehidupan pribadinya, mulai bagaimana dia menggunakan internet dan jejaring sosial di dunia maya hingga mana tim kesebelasan yang menjadi favoritnya dalam Piala Dunia Brazil 2014.

Rencananya, Jumat malam (15/8) dia juga akan melayani wawancara dengan TV al-Manar yang juga dilakukan dalam rangka memperingati delapan tahun kemenangan Hizbullah dalam perang melawan Israel pada tahun 2006.

Pernyataan tokoh kharismatik Hizbullah ini selalu mengundang perhatian publik di Timur Tengah karena Hizbullah yang notabene sekutu Iran sejak dulu dikenal sebagai gerakan bersenjata yang sangat solid dan lantang menyerukan perlawanan terhadap Israel serta berulang kali terlibat perang dengan pasukan Zionis. Sebagaimana disebutkan media Global Post yang berbasis di Amerika Serikat, nama Hassan Nasrallah sempat menjadi nama pemimpin yang paling popular di Dunia Arab berkat ketangguhan milisi Hizbullah dalam perang melawan Israel yang berlangsung selama 33 hari. Koran National Post terbitan Kanada bahkan menyebut Nasrallah sebagai Che Geuvara-nya dunia Arab  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL