Nasrallah: Hezbollah stronger, resistance only choiceAinata, LiputanIslam.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hizbullah Hasan Nasrallah menyatakan jika kaum takfiri menang di Suriah maka semua akan hancur di tangan mereka, sedangkan jika Hizbullah menang maka semua akan tetap terjaga.

Pada pidato televisi dalam rangka peluncuran Forum Jabal Amil untuk Kebudayaan dan Sastra serta pembukaan acara Festival Kemenangan di Ainata, Lebanon Selatan, Sabtu (29/03), pemimpin beserban hitam itu menegaskan, “Jika ‘poros perlawanan’ menang maka semua akan tetap eksis, sedangkan jika kubu takfiri menang maka kita semua akan musnah.”

Pria yang pernah menjadi tokoh paling popular di Timteng dalam perang melawan Israel Juli 2006 itu mengingatkan bahwa Hizbullah terlibat dalam perang di Suriah satu setengah tahun lalu adalah karena para ekstrimis bertindak lancang dan brutal terhadap makam Sayidah Zainab ra, cucu Nabi Muhammad saw.

Dia mengingatkan juga bahwa  Hizbullah mengangkat senjata di Suriah untuk melindungi makam yang dimuliakan oleh  seluruh umat Islam Syiah dan Ahlussunnah, sedangkan Turki mengancam akan ikut terlibat perang di Suriah dengan dalih melindungi makam Sulayman Shah, cucu pendiri Imperium Ottoman, yang tak dikenal oleh siapapun di antara umat Islam.

Nasrallah kemudian mengecam sikap Liga Arab dalam krisis Suriah. Dia mengatakan, ketika perang mulai berkobar di Suriah, Hizbullah memilih mendukung penyelesaian melalui kanal politik dan dialog, tetapi Liga Arab malah lebih suka memilih penyelesaian melalui jalur militer.

Menurutnya, beberapa negara telah menggelontorkan dana dan senjata kepada militan ekstrimis untuk menggulingkan pemerintah Suriah, tetapi sekarang setelah tiga tahun berlalu, sebagian anggota Liga Arab malam mem-blacklist militan yang sama karena kuatir mereka akan mengganyang negara-negara itu setelah perang Suriah usai.

“Sejak awal,” tandas dia, “kami selalu bicara tentang solusi politik, sedangkan Liga Arab berambisi menggulingkan pemerintah (Suriah), dan setelah tiga tahun kita baru mendengar resolusi Konferensi Tingkat Tinggi Arab (tentang solusi politik). Apakah Arab memang perlu waktu tiga tahun untuk sesuatu yang seharusnya dibicarakan sejak hari pertama?”

Sekjen Hizbullah juga menegaskan bahwa Hizbullah kini jauh lebih tangguh dari segi militer, materi dan kemampuan bertempur jika dibanding kondisinya dalam perang melawan Israel pada Juli 2006, dan karena itu Hizbullah mampu mencetak kemenangan. Namun, lanjut Nasrallah, dalam hal ini misi perlawanan terhadap Israel jauh lebih lebih agung, besar, suci dan luas daripada urusannya dengan kubu-kubu politik Lebanon maupun ekstrimis di Suriah.

Pada konteks internal Lebanon, dia mengingatkan adanya poros tangguh segi tiga muqamawah (resistensi Hizbullah terhadap Israel), angkatan bersenjata, dan rakyat Lebanon. Dia menegaskan “Muqawamah berhasil membebaskan tanah (Lebanon) ketika dunia gagal. Muqawamah juga sukses membebaskan tawanan dan berhasil membantu Angkatan Bersenjata dan bangsa Lebanon menjaga garis perbatasan.” (mm/raialyoum/almanar/alalam/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*