hassan nasrallah lebanonBeirut, LiputanIslam.com – Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam wawancara yang dimuat dalam surat kabar al-Akhbar terbitan Beirut, Lebanon, edisi Kamis dan Jumat (14-15/8) menegaskan bahwa semua polemik, konflik dan sensibilitas di Timur Tengah jangan sampai menggeser kepastian bahwa Rezim Zionis Israel adalah “kanker ganas” yang harus dibasmi oleh umat Islam dari muka bumi.

“Problema terbesar yang kita hadapi sekarang, baik dalam konteks Lebanon maupun Arab secara umum, ialah keberadaan kita pada suatu masa di mana bangsa-bangsa regional menganggap eksistensi Israel sebagai sesuatu yang alami,” katanya.

Dia menilai Perang Gaza telah menunda perang Israel terhadap Lebanon. “Namun demikian, saya tidak dapat berkata banyak atau sedikit tentang ini, karena tidak jelas dalam situasi dan data bagaimanakah Israel berkemungkinan mengobarkan perang,” tuturnya.

Dia memastikan bahwa perang yang akan datang akan jauh lebih sengit karena daya perlawanan dan fasilitas perang Hizbullah sudah berlipat ganda, dan di saat yang sama pasca Perang Hizbullah-Israel Juli 2006 Tel Aviv juga berkesimpulan bahwa perang di masa mendatang harus berakhir dengan kemenangan yang telak dan secepat mungkin.

Menurut Nasrallah, ketika Israel gagal meraih targetnya dalam Perang Gaza maka Tel Aviv akan lebih banyak membuat pertimbangan. Kondisi Israel antara sebelum dan sesudah Perang Gaza jauh berbeda. Israel di Gaza mencoba menerapkan pengalamannya dalam perang Juli 2006, tapi gagal.

Menanggapi permintaan petinggi Hamas Moussa Abu Marzook supaya Hizbullah ikut terjun dalam perang, Nasrallah membantah adanya permintaan resmi faksi-faksi pejuang Palestina kepada Hizbullah.

“Ini merupakan masalah serius yang harus digodok di forum tertutup, bukan di media massa,” katanya sembari mengingatkan bahwa mengangkat masalah ini di media justru menimbulkan sangsi dan menandakan bahwa permintaan Abu Marzook itu tidak serius.

Sekjen Hizbullah menambahkan, “Kami berselisih dengan Hamas dalam pendekatan mengenai Suriah, namun komunikasi dan pertemuan tetap tidak pernah terputus, dan bahkan segala sesuatunya tetap berjalan dengan sangat normal.”

Dia menegaskan bahwa tidak ada yang patut disangsikan soal keterkaitan Hizbullah dengan perang melawan Israel serta keterhubungan gerakan yang berbasis di Lebanon ini dengan fakta-fakta lapangan di Palestina.

Lebih jauh dia berbicara mengenai kemampuan Hizbullah menggempur Tel Aviv. “Kami memiliki kemampuan untuk menggempur Tel Aviv. Kami bukan menggertak, dan tidak pula berbicara tentang perimbangan yang tidak dapat kami lakukan,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan bahwa semula ada kemungkinan Israel mengobarkan perang terhadap Suriah dengan dalih Damaskus ikut bertanggungjawab atas kesolidan dan bertambahnya kekuatan muqawah (perlawanan) Palestina akibat masuknya beberapa senjata yang memiliki pengaruh tersendiri. Menurutnya, juga sempat terlontar wacana Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk terlibat di sisi kubu muqawamah Palestina apabila terjadi operasi darat Israel secara besar-besaran. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL