السيد نصرالله: انتصار كبير بالقلمون؛ ونستطيع منع نكبة جديدةBeirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah menyatakan bahwa umat Islam sekarang mengalami peristiwa Nakba baru yang diproyeksikan oleh Amerika Serikat (AS), Israel dan kaum takfiri. Nakba yang berarti bencana adalah istilah yang digunakan untuk menyebut dan memperingati bencana pengusiran rakyat Palestina pada tanggal 15 Mei 1948. (Baca: Bangsa Palestina di Berbagai Penjuru Dunia Peringati Hari Nakba )

“Sekarang sejarah mengulangi dirinya dengan berbagai label dan format baru. Di situ ada orang yang menghilangkan kesempatan dan mengutamakan kepentingan sektarian dan pribadi… Nakba baru lebih berbahaya daripada Nakba pertama. Nakba pertama ialah pelenyapan Palestina -namun Palestina masih tetap ada- sedangkan Nakba takfiriyah dimaksudkan untuk melenyapkan isu Palestina disertai pelenyapan negara-negara regional dan umat,” katanya dalam pidato televisi di Beirut, ibu kota Lebanon, Sabtu malam lalu (16/5), sebagaimana dilansir Alalam Minggu (17/5).

Dia menyerukan kepada umat Islam agar terus memperingati peristiwa Nakba dan memetik pelajaran darinya karena bencana itu telah menyebabkan penderitaan umat Islam sekarang.

“Bersama orang-orang mulia yang ada di tengah umat kita dapat mencapai pulau yang aman dan mencegah Nakba baru atau agenda baru untuk merealisasikan segala tujuan di level umat, meskipun hal ini menuntut banyak pengorbanan,” katanya.

Perang  Qalamoun

Menyinggung perang Hizbullah bersama tentara dan kelompok-kelompok relawan Suriah melawan para teroris takfiri di wilayah Qalamoun Suriah dia mengatakan bahwa pertempuran itu terjadi di Joroud Qalamoun di Suriah dan di sebagian besar barisan pegunungan di bagian timur Lebanon yang semuanya mencakup kawasan seluas ratusan kilometer persegi yang di dalamnya terdapat banyak posisi militer dan tempat pembuatan bom mobil kawanan takfiri bersenjata.

“Terjadinya banyak pertempuran sengit di semua tahap konfrontasi telah menyebabkan kekalahan dan mundurnya kelompok bersenjata. .. Kawanan bersenjata telah bertempur di semua tempat di mana mereka memiliki kekuatan, namun mereka menderita kekalahan besar,” ungkapnya.

Dia memastikan bahwa akibat langsung dari pertempuran ini ialah “kekalahan yang merintihkan kawanan takfiri bersenjata, terusirnya mereka di semua lokasi pertempuran, kembalinya tanah Suriah dan Lebanon seluas 3000 km dari cengkraman mereka, dan hancurnya semua eksistensi mereka di kawasan ini.”

Dia menambahkan, “Hasil-hasil lain pertempuran yang terjadi di Qalamoun belakangan ini ialah terealisasinya keamanan level tinggi di berbagai distrik di Qalamoun Suriah dan sejumlah distrik Lebanon. Kami tidak mengatakan sudah sepenuhnya aman, karena selagi kawanan bersenjata masih ada di kawasan-kawasan Joroud Lebanon maka kami tidak dapat berbicara mengenai keamanan penuh… Namun kami menjadi memiliki kekuatan yang tinggi setelah merebut sejumlah lokasi perbukitan, dan ini memungkinan tentara Suriah dan pasukan muqawamah (Hizbullah) untuk melancarkan serangan dan menguasai banyak kawasan lagi untuk mempersempit ruang gerak kawanan bersenjata.”

Dia memastikan Hizbullah berada di ambang “kemenangan yang sangat besar dan prestasi militer yang amat penting.”

Mengenai jumlah korban di pihak Hizbullah dia mengatakan, “Jumlah syuhada dari pihak Hizbullah dalam pertempuran sejauh ini 13 orang, dan dari pihak tentara Suriah dan pasukan rakyat pendukungnya tujuh orang. Dalam perang Qalamoun darah orang-orang Lebanon dan Suriah telah membaur demi membela umat di depan misi kaum takfiri.”

Perang Yaman

Nasrallah juga menyinggung tragedi serangan “Saudi-Amerika” terhadap Yaman dan menegaskan bahwa agresi ke Yaman itu lebih para sekedar gagal merealisasikan ambisi Arab Saudi.

“Apa yang terjadi sekarang lebih parah daripada sekedar gagal, sebab yang terjadi di Yaman justru berlawanan dengan tujuan agresi Saudi… Apa yang telah diwujudkan oleh agresi Saudi-Amerika terhadap Taman hanyalah pembunuhan dan penghancuran sehingga banyak korban luka dan syuhada dari kalangan sipil… Negara-negara yang terlibat dalam agresi ini telah memperlihatkan Iran sebagai sahabat terbaik bagi bangsa Yaman, sedangkan koalisi Saudi telah memperlihatkan dirinya sebagai musuh paling kejam bagi bangsa ini,” paparnya.

Nasrallah menyatakan musuh-musuh bangsa Yaman itu telah menghalalkan segala cara dalam agresinya terhadap Yaman sehingga bahkan lebih parah daripada kejahatan yang dilakukan Israel, karena Saudi tak segan-segan menghancurkan tempat-tempat yang dihormati termasuk makam-makam serta obyek-obyek peninggalan sejarah dan purbakala Yaman. (Baca: UNESCO Terpukul Melihat Situs Sejarah Islam dan Pra-Islam Yaman Hancur di Tangan Saudi(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL