Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Lebanon Sayyid Hassan Nasrallah menegaskan bahwa muqawamah atau resistensi dahulu hanyalah khayalan dan angan-angan belaka, tapi kini menjadi sebuah realitas yang sangat diperhitungkan oleh musuh.

Namun demikian, keberhasilan Hizbullah menjadi kekuatan besar yang dapat melawan rezim Zionis Israel penjajah Palestina membuat Hizbullah mendapat tekanan hebat dari berbagai arah akibat besarnya pengaruh kekuatan-kekuatan imperialis dunia.

“Dosa kami ialah mengangkat senjata untuk membela bangsa kami,” ujarnya dalam pidato pada sebuah festival pemilu di kota Tyre (Sour), Lebanon, Sabtu (21/4/2018).

Dia menambahkan, “Israel semula bermaksud membunuh komandan militer Hizbullah dengan menyerangkan markasnya di Sour, tapi kita berjumpa di Suor, dan kami mengajak untuk mengingat serangan Israel pada 11 Maret.”

Mengenai sejarah pembentukan pasukan Hizbullah dia mengatakan, “Penduduk Lebanon selatan menanti pemerintah sejak 1948, tapi pemerintah tidak berbuat sehingga Sayyid Sadr terpaksa membentuk kelompok-kelompok muqawamah Lebanon.  Jadi, Imam Musa Sadr sudah menunggu pemerintah selama 15 tahun agar campurtangan melawan agresi-agresi Israel.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*