Beirut, LiputanIslam.com –   Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menegaskan bahwa seandainya rakyat Irak tidak patuh kepada fatwa marji’ atau ulama panutan mereka untuk berjihad melawan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/ISIL/IS/DAESH) niscaya ISIS akan mencapai kota Karbala dan Basrah, Irak, serta Kuwait dan Arab Saudi.

Dalam sebuah acara peringatan Asyura (kebangkitan Imam Husain ra, cucunda Rasul SAW, di Karbala) yang diselenggarakan Hizbullah di Beirut selatan, ibu kota Lebanon, Sabtu malam (23/9/2017), Sayyid Nasrallah menyoal, “Seandainya (rakyat Irak) tidak bersigera menghadapi serangan teroris takfiri ini maka bagaimana nasib kawasan ini, nasib Lebanon, Irak, Suriah, Iran, dan bahkan negara-negara Teluk?”

Dia juga menyoal, “ Apa masih ada yang ragu bahwa Israel dan Amerika Serikat (AS) berada di balik kelompok-kelompok teroris? Sudah menjadi kewajiban syar’i dan nasional berdiri menghadapi terorisme demi mencegah terwujudnya apa yang dikehendaki Israel untuk kawasan ini… Dari sinilah titik tolak fatwa yang dikeluarkan oleh Ayatullah Sayyid Ali al-Sistani untuk menghadapi organisasi teroris ISIS.”

Dia menambahkan, “Seandainya rakyat Irak tidak menerima fatwa ini dan tidak terlibat dalam pertahanan negaranya niscaya ISIS sudah menduduki seluruh bagian Irak, Kuwait dan Saudi… Sekarang Irak sudah dekat dengan kemenangan dan kebebasan sepenuhnya.”

Menurut Nasrallah, semula sebagian orang ragu dalam bersikap di depan kemunculan fenomena kelompok-kelompok teroris Al-Qaeda, Jabhat al-Nusra, ISIS, dan lain-lain yang para anggotanya berdatangan dari pelbagai penjuru dunia dan difasilitasi oleh berbagai pihak, terutama orang-orang AS sendiri di mana presidennya, Donald Trump, yang telah mengakui tindakannya memfasilitasi para ekstremis takfiri.  (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL